Praperadilan Perawat Rumah Sakit National Hospital Gugur

Hakim Pengadilan Negeri Surabaya menolak sidang praperadilan yang dimohonkan mantan perawat RS National Hospital yang diduga lecehkan pasien.

Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Hakim Tunggal Cokorda, saat memimpin sidang Pra Peradilan kasus dugaan pelecehan atas terdakwa ZA, di Ruang Sari 3, Pengadilan Negeri Surabaya. Senin, (2/4/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sidang praperadilan yang dimohonkan Zunaidi Abdillah, mantan perawat Rumah Sakit National Hospital yang diduga melecehkan pasien, Widyanti, ditolak hakim di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (2/4/2018).

Hakim tunggal Cokorda Gede Arthana SH MH menggugurkan gugatan itu dengan pertimbangan materi pokok perkaranya sudah disidangkan.

Gugurnya permohonan praperadilan itu dituangkan dalam amar putusan sela yang dibacakan di PN Surabaya.

M Soleh SH, kuasa hukum Zunaedi Abdillah, mengaku kecewa dengan putusan hakim yang dianggap tidak sesuai dengan KUHAP.

"Baru kali ini memutus gugurnya perkara melalui putusan sela, bukan putusan akhir," tandas Soleh usai sidang.

Keberatan Terdakwa Penggelapan Saham Ditolak Hakim

Bawa Rice Cooker, TKW di Malaysia Asal Madura ini Ditangkap Petugas Bea Cukai

Sementara Kasubag Bidang Hukum (Bidkum) Polrestabes Surabaya, Kompol Aloysius Alwer, mengapresiasi putusan hakim. Putusan hakim Cokorda sudah tepat dan telah berdasarkan Pasal 82 KUHAP ayat 1 huruf d.

"Dalam pasal itu mengatur tentang gugurnya praperadilan karena materi pokok perkarnya sudah diperiksa," tutur Aloysius Alwer.

Menurut Aloysius, pokok perkara yang sudah dibuka tentu saja tersangka sudah tidak punya hak lagi untuk mengajukan praperadilan.

"Begitu perkara pokoknya sudah diperiksa, maka statusnya bukan lagi sebagai tersangka melainkan sudah berubah menjadi terdakwa," sambung Aloysius.

Pejabat ini Tegas Menolak Dilantik Jadi Bupati Pamekasan, Alasannya Sederhana Banget

Tolak Kebijakan 1 NIK 3 SIM Card, Massa KNCI Malang Raya Sebut-Sebut Poligami, Ada Apa?

Permohonan praperadilan Zunaedi Abdillah yang diajukan melalui tim kuasa hukum, M Soleh menggugat Kapolrestabes Surabaya tentang tidak sahnya penetapan kliennya sebagai tersangka kasus dalam kasus dugaan pelecehan seksual.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved