15 Mantan Anggota DPRD Jawa Timur Diperiksa Tim Penyidik Kejati Jatim, Ada Apa?

Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Timur telah melakukan pemeriksaan terhadap 15 aggota DPRD Jatim periode 2004-2009 di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur

Tayang:
Penulis: Samsul Arifin | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Maruli Hutagalung, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, saat ditemui di ruangannya pada Senin (9/4/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIMCOM, SURABAYA - Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Timur telah melakukan pemeriksaan terhadap 15 aggota DPRD Jatim periode 2004-2009 di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Rabu, (25/4/2018).

15 orang tersebut diperiksa terkait kasus dugaan korupsi hibah Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Statusnya (P2SEM) sudah naik dari penyelidikan ke penyidikan, sudah 30 orang dimintai keterangan, nanti akan dipanggil lagi karena penyidikan,” kata Kepala Kejati Jatim, Maruli Hutagalung, di sela acara pelepasan dirinya.

Baca: Setya Novanto Menunduk Terdiam Saat Divonis 15 Tahun, Jusuf Kalla Prihatin Singgung Perkaya Diri

Dari 30 orang tersebut, lanjut Maruli, 15 di antaranya merupakan anggota DPRD Jawa Timur 2004-2009.

“Ada dua (anggota DPRD Jawa Timur) yang sekarang masih aktif,” ujar Maruli.

Maruli mengungkapkan informasi ini diperoleh dari keterangan terpidana utama kasus P2SEM, Dokter Bagoes.

“Nama-nama itu yang disebut Dokter Bagoes,” ucap Maruli yang juga menyebut terpidana sebagai saksi kunci.

Sampai saat ini, lanjut Maruli, penyidik belum menetapkan satu pun tersangka kendati kasus tersebut sudah naik ke tingkat penyidikan.

Baca: 5 Fakta Persidangan Kasus Ujaran Kebencian Ahmad Dhani, Ternyata Bayar Admin dengan Gaji Segini!

“Mudah-mudahan pengganti saya nanti bisa meneruskan,” katanya.

Maruli menambahkan, tidak menutup kemungkinan pejabat atau mantan pejabat Pemprov Jawa Timur yang terkait dengan P2SEM akan diperiksa.

Kasus P2SEM ini bermula pada tahun 2009 lalu.

Dana hibah ratusan miliar rupiah diduga diselewengkan secara berjamaah.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved