Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Chandra Nurul, Kartini Milenial dari Probolinggo yang Bisa Bisnis dan Politik

Teman dan kolega menyebut perempuan cantik ini sebagai figur Kartini masa kini atau Kartini milenal.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Mujib Anwar
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Chandra Nurul Susanti Arifin 

Selama empat semester, ia mengabdi di sana. Bahkan, hasil dari pekerjannya itu bisa digunakannya membayar kuliah, dan itu sudah lebih.

“Selepas kuliah , saya sudah mulai berwirausaha. Nah, saya mulai usaha proyekan. Kok beda, memang, saya juga tidak sadar kalau saya usaha ini jauh dari ilmu yang saya dapatkan waktu kuliah. Tapi, ya sudahlah, saya menerimanya,” ucap Nurul.

Perempuan kelahiran Malang, 30 Maret 1976 ini butuh watu lama memahami dunia proyek. Dia tidak memiliki basic teknil sipil, arsitek, teknik industri dan lainnya.

Namun, ia mendapatkan support dari almarhum ayahnya. “Relasinya ayah kan banyak, nah kebetulan saya belajar dari sana. Saya belajar otodidak , dan hanya mendapatkan pendampingan dari teman ayahnya. Pelan tapi pasti, lama-kelamaan saya mulai mengawasi,” jelasnya.

ikatakan dia, setelah mulai menguasai medan, ia mulai memberanikan diri menggarap proyek dan mengikuti lelang. Proyek pertamanya itu menggarap MCK yang dibangun menggunakan APBD.

Nah, saat itu, dirinya sudah mendapatkan kepercayaan dari pemerintah. “Di situ, kepercayaan diri saya mulai tumbuh,” terangnya.

Perlahan ia kebanjiran order proyek dan tawaran kerjasama. “Saya lalu mulai mengembangkan bisnis di bidang lain, yakni pertambangan pasir,” ungkapnya.

Awalnya banyak orang yang mencibir. Mereka menganggap perempuan tidak bisa cocok bisnis pertambangan pasir. Ia tetap melangkah dan melaukan apa yang sudah dipilihnya.

Pilihan Nurul ternyata benar. Bisni tambang itu menjadi ladang hokinya. Dari semula tidak punya lahan, satu persatu lahan bisa dimiliknya. Kini sudah puluhan lahan.

“Kuncinya itu membangun kepercayaan. Sekali orang percaya, selamanya orang akan percaya. Saya lebih baik untung sedikit, tapi kualitas ada. Daripada untuk banyak tapi orang banyak yang kecewa. Makanya saya selalu mengedepankan kepercayaan,” tutupnya. (Surya/Galih Lintartika)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved