Kampus di Surabaya
Mahasiswi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kembangkan Bio Plastik Anti Bakteri
Perban yang tak segera dipakai usai kemasannya dibuka justru bisa menjadi sarang bakteri pemicu infeksi. Hal inilah yang membuat Graccia berinovasi
Penulis: Samsul Arifin | Editor: Anugrah Fitra Nurani
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Infeksi sangat berbahaya bagi manusia, khususnya bagi orang-orang yang memiliki kondisi khusus seperti diabetes dan kanker.
Pada saat tubuh terluka, kita biasa mengenakan perban guna menutupi bagian luka agar tidak bersentuhan dengan objek yang memiliki bakteri hingga menimbulkan infeksi.
Penggunaan perban pun biasanya belum tentu dihabiskan setiap kali pembelian.
Perban yang tak segera dipakai usai kemasannya dibuka justru bisa menjadi sarang bakteri yang memicu infeksi pada luka.
(Main di Film Kim Ji Young, Born in 82, Gong Yoo dan Jung Yu Mi Beradu Akting untuk Ketiga Kalinya)
(Laga Persija Vs Persela Urung Digelar, Berikut Jadwal Pertandingan Pekan ke-26 Liga 1 2018)
Menanggapi masalah tersebut, Mahasiswi Fakultas Teknik (FT), Program Studi Teknik Kimia, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Graccia Elvina Wijaya menemukan sebuah solusi.
Melalui tugas akhirnya, dia menemukan solusi mengganti plastik kemasan perban menggunakan Alginat Mesopori Silika Nano Komposit.
Pada penelitiannya, Graccia menggunakan bahan baku sodium alginat, kalsium klorida, natrium hidroksida, Tetra Ethyl Ortho Silicate (TEOS), zink nitrat, perak nitrat, dan cetyl trimethylammonium bromide (CTAB).
Alginat sendiri merupakan golongan karbohidrat rantai panjang (polisakarida) yang biasa ditemui pada dinding sel rumput laut atau alga.
Alginat biasa digunakan dalam pembentukan gel pada larutan (sebagai pengental).
(Laga Persija Vs Persela Urung Digelar, Berikut Jadwal Pertandingan Pekan ke-26 Liga 1 2018)
(Pengamat Anggap Sandiaga Uno Bawa Narasi Pesimistis, Langsung Beri Contoh Sosok Mahathir Mohamad)
Mesopori silika sendiri merupakan silika yang memiliki pori berukuran nano.
Pori-pori tersebut diisi antibakteri dengan cara penggetaran dan dilanjutkan dengan pengadukan, hingga diperoleh hasil rekayasa (komposit) berupa padatan yang mengandung antibakteri.
Komposit selanjutnya diisikan kedalam sodium alginat cair dengan cara pengadukan dan pencampuran menggunakan alat magnet stirrer.
Selanjutnya sodium alginat dibentuk menjadi film atau lembaran dengan reaksi silang (cross link), yaitu perendaman dalam CaCl2 dan dikeringkan.
Untuk meningkatkan elastisitas lembaran maka ditambahkan gliserin ke dalam larutan sodium alginat.
(Pengamat Anggap Sandiaga Uno Bawa Narasi Pesimistis, Langsung Beri Contoh Sosok Mahathir Mohamad)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/penemu-bioplastik-anti-bakteri-universitas-katolik-widya-mandala-graccia-elvina-wijaya_20181017_164240.jpg)