Berhasil Antar Kemenangan Khofifah, Dwi Astutiek Nyaleg dari PPP
Dwi Astutiek. Wanita yang saat kampanye Pilgub 2018 mendampingi Khofifah sebagai juru bicara tim pemenangan Khofifah-Emil ini maju sebagai caleg dari
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Yoni Iskandar
Menurut Dwi saat ini perannya masih kurang. Lulusan SMK banyak yang tidak terserap sehingga butuh ada kebijakan di ranah perundangan untuk bisa memberikan akses peningkatan kualitas mutu pendidikan SMK.
"Padahal di Jatim ada ribuan jumlahnya perusahaan tapi konsentrasi penyaluran CSR ke dunia pendidikan itu kurang. Maka perlu ada aturan Pergub yang jelas supaya uang CSR bisa maksimal tersalurkan ke dunia pendidikan," tegas caleg nomor urut 1 ini.
Bukan SMK saja, termasuk di pendidikan SMA dan madrasah aliyah yang siap masuk ke perguruan tinggi. Ke depan ia ingin agar bisa terfasilitasi dari dana CSR.
Berikutnya yang ingin diperjuangkan Dwi Astutiek adalah perhatian untuk anak-ank disabilitas. Menurutnya butuh perhatian serius dari pemerintah. Setiap kabupaten kota di Jawa Timut harus ada sekolah yang menyediakan porsi untuk anak-anak disabilitas.
"Di Jatim, belum semua kabupaten kota itu ada. Harapan ke depan untuk anak-anak kebutuhan khusus bisa terlayani. Kalaupun ada aturan saat ini harus ada penguatan dan pengawasan khusus," tegasnya pada TribunJatim.com.
• Awas, Parkir Sembarangan di Surabaya Mulai November Bakal Kena Denda Rp 500 Ribu
Memanfaatkan masa kampanye panjang Dwi mengaku sudah mulai start menjalankan tim untuk turun ke masyarakat. Ia gerilnya ke setiap pengajian dannkomunitas tertentu.
Jaringannya di Muslimat sebagai Wakil Sekretaris Muslimat Jawa Timur dan 30 tahun aktif di organisasi perempuan NU itu, diyakini akan efektif ikut mencapai target 120 ribu suara di Surabaya ini.
"Fatayat juga akan menjadi sekmen yang ikut gerak. Komunitas literasi anak muda yaitu taman masyarakat di surabaya juga akan kami gerakkan," katanya.
Door to door campaign menjadi satu strategi yang akan dilakukan hingga April 2019 mendatang.
Ia mengatakan sebelumnya ia mencalonkan diri sebagai DPD, namun gagal. Kini ia juga ganti partai, jika sebelumnya maju lewat PKB, maka tahun ini ia maju lewat PPP.
Pilihan pindah partai itu dikatakan Dwi adakah keputusan bulat. Selain PPP juga menjadi parpol pengusung Khofifah-Emil, ia juga mengatakan dengan nyaleg dari PPP adalah proses kembali ke rumah.
"Nyaleg dari PPP seperti kembali ke rumah, rumah kita ka'bah. Saya melihat PPP adalah partai Islam yang kuat haluan Asjawa-nya, PPP adalah partai yang asasnya Islam dan ideologi Pancasila," kata Dwi.(Fatimatuz zahroh/TribunJatim.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-dwi-astutiek-caleg-ppp_20181023_193449.jpg)