Rumah Politik Jatim

Caleg PSI Dhimas Anugrah Nilai Kurikulum 2013 Perlu Disesuaikan, Ini yang Dilakukan Jika Terpilih

Dhimas Anugrah melihat, pendidikan di Surabaya dan Sidoarjo, terutama dari kurikulumnya, masih banyak kekurangan.

Caleg PSI Dhimas Anugrah Nilai Kurikulum 2013 Perlu Disesuaikan, Ini yang Dilakukan Jika Terpilih
TRIBUNJATIM.COM/AQWAMIT TORIQ
Caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dapil Jatim 1, Dhimas Anugrah, saat ditemui di Kantor TribunJatim Network di Surabaya, Senin (10/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dapil Jatim 1, Dhimas Anugrah melihat, pendidikan di Surabaya dan Sidoarjo, terutama dari kurikulumnya, masih banyak kekurangan.

Kurikulum Nasional 2013 dinilai masih terlalu memberatkan para murid, karena menurutnya, para murid memiliki kecerdasan masing-masing.

Isu yang menurutnya unik tersebut, yang akan diangkat Dhimas Anugrah, untuk disajikan kepada warga Surabaya dan Sidoarjo, agar bisa dipercaya menjadi anggota DPR RI oleh masyarakat.

DPW Partai NasDem Jatim Targetkan Kursi DPRD Jatim Semua Dapil Terisi

Caleg DPR RI Hayono Isman Ingin UMKM Jadi Katalis untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

"Belum banyak caleg yang berani berbicara tentang kekurangan dari Kurikulum Nasional 2013, memang kurikulum itu baik, tetapi masih ada hal-hal yang perlu disesuaikan," jelas Dhimas Anugrah saat berkunjung ke Kantor TribunJatim Network di Surabaya, Senin (10/12/2018).

Dhimas Anugrah melihat, kurikulum tersebut masih perlu diseimbangkan dengan bakat, minat dan kecerdasan bawaan dari masing-masing murid.

Sehingga, optimalisasi pendidikan bisa lebih tercapai karena sesuai dengan kecerdasan masing-masing murid.

Dihadang Massa, Eksekusi Ruko di Desa Wonoasri Grogol Kabupaten Kediri Ditunda

Pesan Erick Thohir untuk Millennial Jatim di Hari Anti Korupsi Internasional

"Bagaimana kita menyeimbangkan kurikulum ini dengan bakat dan minat, atau kecerdasan bawaan dari para siswa yang ada di indonesia. Kurikulum ini 'memaksakan' semua mata pelajaran bisa dikuasai dan diujikan kepada para murid," imbuhnya.

Selain itu, Dhimas Anugrah menambahkan, Kurikulum Nasional 2013 masih perlu dikaji kembali karena pembelajaran model seperti itu sudah usang.

Rayakan 1st Anniversary, Waroeng Pati Ibis Budget Surabaya Gelar Fashion Show hingga Demo Masak

Sambangi Pasar Lawang Malang, Tim Satgas Pangan Sita Boraks dan Barang Kedaluwarsa

"Sementara itu sudah usang, dan itu tidak mungkin menjadi tolak ukur murid itu pandai kalau dia dipaksakan untuk melahap semua pelajaran yang diberikan. Karena setiap murid itu punya kecerdasan yang berbeda-beda, dan itu menyesuaikan dengan murid yang unik itu tadi," jelasnya.

Penulis: Aqwamit Torik
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved