Tagih Janji Revitalisasi Pasar Tunjungan, Pedagang Bakal Gugat Wali Kota Risma dan PD Pasar Surya

Tagih Janji Revitalisasi Pasar Tunjungan, Pedagang Bakal Gugat Wali Kota Risma dan PD Pasar Surya.

Tagih Janji Revitalisasi Pasar Tunjungan, Pedagang Bakal Gugat Wali Kota Risma dan PD Pasar Surya
SURYA/NURAINI FAIQ
Suasana Pasar Tunjungan Jl Embong Malang Surabaya yang mati, Kamis (3/1/2019). 

Sistono tak habis pikir kenapa Wali Kota Risma membiarkan Pasar Tunjungan mati.

Padahal persis di dekat itu ada Festival Tunjungan. 

Pedagang tidak percaya kalau Risma enggan memperbaiki pasar yang jadi ikon besar Surabaya itu.

Sementara persis di Jl Tunjungan setiap bulan digelar Festival Tunjungan yang begitu ramai. 

"Kami ingin bicara sendiri dengan Bu Risma. Kalau dengan kepala dinas dan asisten secara formal dan Komisi B, selalu dikatakan manut Bu Wali untuk Pasar Tunjungan," kata Jalil Hakim.

Lindayani, salah satu pedagang yang bertahan di stan pasar menyebutkan bahwa belum tentu ada pengunjung di stan advertising miliknya.

"Saya bertahan siapa tahu kelak dibangun lagi, stan bisa untuk anak saya," katanya. 

Humas Pemkot Surabaya, M Fikser menunggu sikap resmi pedagang kalau mau menggugat Wali Kota Risma. "Kami menghargai sikap pedagang. Tapi semua perlu pembicaraan yang matang untuk keputusan besar," kata Fikser. 

 Rencana Revitalisasi untuk Sentra UKM

Direktur Teknik dan Usaha PD Pasar Surya, Zandi Ferryansa menyebutkan, bahwa memang ada rencana revitalisasi Pasar Tunjungan.

Dalam konsepnya, Pasar Tunjungan akan direvitalisasi total.

Rencananya itu akan menjadi pusat perdagangan dan kegiatan masyarakat. 

Selain itu juga akan dijadikan sentra UKM, pertokoan dan perkantoran.

Pembahasan revitalisasi Pasar Tunjungan ini diharapkan mampu mengakomodasi pedagang dan keinginan masyarakat Surabaya.

“Tapi revitalisasi ini masih sebatas kajian," terang Ferryansa.

Kenapa revitalisai tidak direalisasi, menurut Direksi PD Pasar ini karena perlu kehati-hatian Pemkot Surabaya dalam memberikan penyertaan modal.

Perlu kajian tentang perpajakan serta melihat kondisi finansial.

Dalam konteks perpajakan, Pemkot Surabaya pernah memberikan penyertaan modal Rp 20 miliar.

Biaya itu untuk revitalisasi Pasar Kembang, Pasar Pucang, Pasar Tembok Dukuh dan Pasar Keputran Utara.

Tapi kemudian menimbulkan masalah perpajakan.

Tahun 2015 rekening PD Pasar Surya diblokir.

Kemudian tahun 2017 diblokir total.

Feri menyebut langkah pemkot sudah tepat.

Kalau diberi penyertaan modal kembali, PD Pasar Surya masih dimungkinkan terkena pengaruh soal pajak lagi.

Kenapa pemkot yang merevitalisasi bukan PD Pasar? Feri mengatakan PD Pasar Surya tidak cukup dana untuk melakukan revitalisasi.

Estimasinya, biaya revitalisasi akan membutuhkan dana hingga Rp 100 miliar. 

Revitalisasi sendiri bisa dilakukan dengan dua opsi.

Pertama, jika kondisi keuangan PD Pasar Surya sudah baik, Pemkot Surabaya baru akan memberikan penyertaan modal.

Kedua, Pemkot Surabaya akan mengambil alih aset Pasar Tunjungan.

Setelah revitalisasi selesai, kemudian akan diserahkan ke PD pasar lagi.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved