Cerita Sadikun, Lansia di Magetan yang Tinggal di Rumah Beratap Roboh, Belum Ada Bantuan dari Pemkab

Sadikun (87) warga Desa Sempol, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, hidup sebatang kara di rumah yang terbilang tinggal puing puing.

Cerita Sadikun, Lansia di Magetan yang Tinggal di Rumah Beratap Roboh, Belum Ada Bantuan dari Pemkab
Surya/Doni Prasetyo
Sadikun (87) warga Desa Sempol, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan yang tinggal dirumah bobrok dengan sebagian atapnya sudah roboh. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Sadikun (87) warga Desa Sempol, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, hidup sebatang kara di rumah yang terbilang tinggal puing puing.

Dua anaknya yang sudah berumah tangga pun, tidak pernah menjenguknya

Kini rumah Sadikun, sudah mulai rata dengan tanah. Atapnya sudah ambruk hampir seluruhnya.

Ambruknya atap rumahnya itu, membuat Sadikun tidak berani lagi tinggal didalam, dan terpaksa tidur diteras rumahnya yang juga sudah rapuh.

(Ikuti Jejak Sang Kakak, 4 Adik Seleb Korea Ini Terjun ke Dunia Hiburan, Ada yang Pernah Satu Agensi)

(Kurangi Macet di Jalan Bandung Kota Malang, 650 Siswa MAN 2 Tinggal di Mahad)

Kalau hujan turun, lansia ini terpaksa mengungsi ke teras tetangga. Untuk kebutuhan sehari-hari, Sadikun biasanya bekerja sebagai buruh serabutan.

"Kondisi rumah saya ini sudah ambruk sejak tiga tahun lalu. Saya terpaksa tidur di luar, khawatir atap rumah saya itu ambruk lagi,"kata Sadikun kepada Surya, Selasa (22/1-2019).

Menurut Sadikun, Pemerintah Kabupaten yang di antaranya pemerintah desa sudah melihat kondisi rumahnya, dan berjanji memperbaiki.

Namun, sampai setahun lebih ini, tindaklanjut dari kunjungan Pemkab Magetan itu belum kunjung terealisasi.

"Pamong sama dari Pemda (Pemkab) sudah melihat rumah saya, kelihatanya juga ngukur ngukur rumah saya. Tapi setelah itu tidak ada kabarnya,"ujar Sadikun.

(Kronologi Lengkap Bocah SD Bunuh Tokoh Kampung di Minahasa, Bermula Naik Motor Saat Hajatan)

(Gelombang Tinggi Dampak Supermoon, Dinas Perikanan Imbau Nelayan Pamekasan Tak Melaut Seminggu)

Situm, keponakan Sadikun membenarkan, pamannya itu sudah lebih tiga tahun tidur diluar.

Kalau hujan tiba, pamannya harus mengungsi di teras tetangga terdekat.

"Pak Sadikun, paman saya itu sudah tidak ada yang menggunakan lagi tenaganya. Untuk makan, mengandalkan pemberian dari saudara yang masih ada dan tetangga,"kaya Situm.

Kedua anak Sadikun, lanjut Situm, semuanya sudah berumahtangga.

Mereka sudah bertahun tahun tidak pernah menjenguk bapaknya. Padahal, keduanya tinggal di Magetan juga.

"Pak Sadikun sekarang sebatang kara. Satu satunya keluarga terdekat tinggal saya. Lainnya sudah tidak ada di Magetan,"kata Situm.

Dia berharap ada dermawan yang bisa membantu pamannya memperbaiki rumanya, atau memberikan kerja, untuk bisa memenuhi kebutuhannya sehari hari.

Reporter: Surya/ Doni Prasetyo.

(Gelombang Tinggi Dampak Supermoon, Dinas Perikanan Imbau Nelayan Pamekasan Tak Melaut Seminggu)

(Hari ini Manajemen Persebaya Surabaya akan Temui Osvaldo Haay untuk Finalisasi Kontrak Baru)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved