PPN Desak PT GUN Untuk Realisasi Lowongan Kerja Bagi Eks AMT

PT Pertamina Patra Niaga (PPN) ikut mendorong PT Garda Utama Nasional (GUN) untuk benar-benar membuka lowongan kerja bagi eks awak mobil tangki (AMT)

PPN Desak PT GUN Untuk Realisasi Lowongan Kerja Bagi Eks AMT
sri handi lestari/surya
Para AMT anggota SP AMT PPN yang menolak pencatutan nama mereka dalam aksi eks AMT b 

Seperti diberitakan sebelumnya, PT GUN telah membuka kembali lowongan kerja bagi mantan keryawan AMT sebagai solusi serta itikat baik atas tuntutan yang disampaikan mantan pekerjanya. PT GUN berharap itikat baik itu disambut baik oleh mantan pekerjanya.

“PT GUN membuka kesempatan kepada mantan karyawan AMT untuk melamar pekerjaan kembali sesuai dengan persyaratan & prosedur yang berlaku. Dokumen kami tunggu 21 hari terhitung Kamis (24/1/2019). Semoga itikat baik kami direspon positif,” kata Rudi Bratanusa, Direktur PT GUN , Jumat (25/1/2019).

Tawaran itu disampaikan dalam pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan PT GUN, Disnaker Jakut, Kementrian Sekretariat Negara, Kementerian Tenaga Kerja, dan perwakilan mantan AMT, 24 Januari 2019 lalu.

Karyawan Eks AMT Bisa Lamar Pekerjaan Lagi di PT GUN

Manchester United Vs Burnley, Pemain Muda Blunder, Setan Merah Nyaris Kalah

Di Demo Warga Enam Desa Kecamatan Jenu Tuban, Ini Komentar PT Pertamina

Pembangunan Madura Dinilai Sukses, Pengasuh Ponpes As-Shomadiyah Bangkalan Dukung Jokowi-Maruf Amin

Pada bagian lain, PT GUN menegaskan, sekelompok orang yang menggelar tenda keprihatinan itu adalah mantan kartawan PT GUN yang tidak ada hubungannya dengan PT PPN ataupun PT Elnusa Petrofin.

"Mereka dulu memang diperkerjakan PTB GUN di fasilitas milik PT PPN. Kini, sebagai bentuk itikat baik, PT GUN membuka lowongan kerja kembali untuk mereka sekalipun proses PHK yang kami lakukan sebenarnya semua telah sesuai prosedur, yang berlaku” tegasnya.

Dijelaskan, aksi yang terjadi saat ini adalah masalah hubungan kerja antara PT Garda Utama Nasional dengan karyawannya. Terhadap permasalahan antara karyawan dengan perusahaan, sebenarnya pihak perusahaan telah melakukan berbagai macam upaya untuk dapat memperbaiki hubungan kerja.

“Namun hingga akhirnya perusahaan tidak dapat menghindari untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Keputusan itu terpaksa diambil karena antara hak dan kewajiban yang tidak berjalan semestinya,” jelasnya.

Dalam proser PHK ini PT GUN telah melalui seluruh tahapan sebegaimana diatur dalam peraturan perusahaan, UU ketenagakerjaaan dan peraturan-peraturan lain terkait tenaga kerja.

“Kami telah melaksanakan kewajiban terhadap mantan karyawan kami terkait dengan PHK itu,” tandasnya.(Sri Handi lestari/TribunJatim.com).

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved