Rumah Politik Jatim
Ajak Warga Tidak Golput, Caleg PSI Dhimas Anugrah: Orang Netral Juga Berpolitik, Tapi Tidak Golput
Dhimas Anugrah, Caleg dari PSI menjelaskan bahwa perubahan kehidupan berbangsa tak bisa dilakukan jika masyarakatnya bersikap diam alias Golput.
Penulis: Aqwamit Torik | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Di Malam Keakraban dan Percakapan bersama Dhimas Anugrah yang digelar di Surabaya, Jumat (8/3/2019), ia menjelaskan bahwa perubahan kehidupan berbangsa tak bisa dilakukan jika masyarakatnya bersikap diam alias Golput.
Dhimas Anugrah yang merupakan Caleg dari PSI itu menjelaskan, meskipun banyak masyarakat yang memilih Golput, anggota DPR dari segala tingkat juga Presiden serta wakilnya tetap akan terpilih pada Pemilu 2019.
Berdasarkan hal tersebut, Caleg DPR RI Dapil 1 Nomor urut 2 itu mengingatkan, agar semua orang yang punya hak pilih agar menggunakan haknya di Pemilu 2019.
• Antisipasi Banjir, Khofifah Minta Bantuan Kementerian PUPR Adopsi Bopunjur ke Jatim
• Polisi Sebut Motif Penamparan Satpol PP Surabaya Murni Tersinggung APK Caleg Jagoannya Dicopot
Karena menggunakan hak pilih merupakan cara yang terbaik membawa arah bangsa yang lebih baik.
"Kekecewaan terhadap partai politik yang mengkhianati kepercayaan rakyat, serta kemarahan terhadap para anggota DPR yang korup, tidak harus dituangkan melalui sikap Golput," ujar Dhimas.
Ia menambahkan, jika Golput terjadi sama halnya menjadi pembiaran agar orang-orang jahat bisa berkuasa.
"Dengan tidak menggunakan hak suara, justru akan terjadi pembiaran orang-orang jahat untuk tetap menguasai dunia politik Indonesia, dan ini mencederai kedaulatan rakyat," ujarnya.
"Jadi, agar gedung parlemen tak diisi lagi dengan para mafia, koruptor, dan antek-antek mereka, kita wajib datang ke TPS dan berani memberikan suara kita pada partai dan orang-orang yang layak dipercaya," tegas Dhimas yang sedang studi doktoral di Oxford, Inggris tersebut.
• Bawaslu Jatim Intensifkan Penyisiran WNA dalam DPT Pemilu 2019, 11 Nama WNA Terjaring, Ini Datanya
• Antisipasi WNA Masuk DPT Pemilu, Pemkot Cek Data Orang Asing yang Tinggal di Kota Blitar
Caleg yang juga merupakan dosen Sosiologi itu mengajak agar memilih calon anggota wakil rakyat secara bijak dan tepat, agar bisa memimpin bangsa ke arah yang lebih baik.
Ia juga memberikan tips, bagaimana caranya agar memilih wakil rakyat secara benar.
"Masyarakat bisa dengan mudah mengakses visi-misi yang ditawarkan partai politik dan para Caleg. Lihat kiprah dan kegiatan nyata mereka di tengah masyarakat. Pilih partai yang jelas perjuangannya dalam melawan intoleransi dan korupsi," jelas Dhimas.
Ia menambahkan, agar memilih partai nasionalis yang tidak diam ketika ada rumah ibadah ditutup dengan semena-mena, yang tidak diam ketika ada persekusi terhadap orang-orang yang disebut minoritas, yang tidak diam ketika uang rakyat dihamburkan di DPR.
"Tidak boleh golput karena alasan tidak ada calon yang bagus, baik Presiden dan DPR, jangan. Setiap warga negara pada dasarnya tidak bisa lepas dari politik sekalipun ia memilih untuk golput atau netral dalam pemilu. Sebab, sikapnya yang golput itu juga akan memengaruhi hasil pemilu," imbuhnya.
Ia menyadari bahwa orang yang netral juga berpolitik, tapi tidak merasa bebas dari politik.
"Orang yang netral juga berpolitik, yaitu politik netral. Orang yang golput jangan merasa bebas dari politik " pungkasnya.