Angin Puting Beliung Terjang Dua Desa di Sumenep, Sejumlah Rumah dan Bangunan Warga Rusak Parah
Angin puting beliung menerjang dua desa di Sumenep, tepatnya Desa Tarogan dan Desa Banaresep Timur. Sejumlah rumah dan bangunan warga pun rusak parah.
Penulis: Moh Rivai | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Hujan deras disertai angin kencang terjadi di Kabupaten Sumenep, khususnya di wilayah Kecamatan Lenteng, Sumenep, Madura, tepatnya di Desa Tarogan dan Desa Banaresep Timur.
Tidak saja menyebabkan banjir bandang, tetapi badai angin atau puting beliung telah meluluhlantakan puluhan rumah milik warga, Minggu (10/3/2019) sekitar pukul 15.00 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tetapi kerugian materiil terhadap sejumlah rumah dan bangunan yang rusak akibat terjangan angin puting beliung diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Warga setempat yang dibantu aparat desa, kini gotong royong mengumpulkan barang-barang berharga mereka dan merapikan serpihan atap rumah mereka yang beterbangan diterjang puting beliung.
• Hotel Surabaya di Sumenep Diduga Jadi Tempat Prostitusi, Petugas Temukan Pasangan Bukan Suami Istri
• Angin Puting Beliung Rusak 53 Rumah di Kabupaten Gresik , Kini Warga Butuh Bantuan Material Bangunan
Abdullah Yazid (40) warga Desa Tarogen, kepada Surya (grup TribunJatim.com) menuturkan, sebelum hujan tiba, cuaca di daerahnya memang sejak siang mendung tebal pertanda hujan akan segera turun.
Ia pun bersama keluarganya memindahkan jemuran pakaian yang semula diletakkan di halaman rumahnya.
Mendung tebal terus mengurung langit desanya, bahkan warga mendung yang semula kecoklatan berobah kehitam-hitaman.
“Kami sekeluarga pun sudah menduga bakal hujan lebat, karena mendung yang sangat tebal di langit desa saya,” kata Yazid.
Tak ayal, selang beberapa menit kemudian hujan mulai turun.
Diawali rintik-rintik dan suara guntur dan kilat mengiringi turunnya hujan.
• Angin Puting Beliung dan Hujan Deras Terjang Tga Kecamatan di Jombang, Puluhan Rumah Rusak
• Bangkalan Siaga Darurat Banjir, Angin Puting Beliung, dan Tanah Longsor, Ini Lokasi Titik Rawannya
Lama-lama hujan deras turun yang disertai angin kencang.
Tidak hanya itu saja, angin kencang pun bertambah hingga menjadi badai dan puting beliung pun datang.
“Deru angin yang sangat kencang mirip seperti bunyi pesawat terbang. Angin datang bergulung-gulung menyambar-nyambar pepohonan, hingga banyak pohon yang tumbang,” kisahnya.
Bersamaan dengan itu listrik padam, deru angin makin kencang, sehingga warga tanpa dikomando keluar rumah dan memilih menyelamatkan diri
Bahkan ada banyak yang tiarap di tanah lapang tidak jauh dari kediamannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/atap-rumah-ambruk-karena-puting-angin-beliung.jpg)