Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Pilpres 2019

Antisipasi Kecurangan, Lucy Kurniasari Optimistis Kunci Kursi Kesepuluh Dapil Jatim 1 untuk Demokrat

Calon Legislatif (Caleg) Partai Demokrat, Lucy Kurniasari, menegaskan bahwa dari akumulasi suara yang didapat timnya, pihaknya sudah cukup aman.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Yoni Iskandar
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI Dapil Jatim I Surabaya-Sidoarjo, Lucy Kurniasari menghadiri pidato politik Komandan Kogasma DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di gedung DBL Arena, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Sabtu (13/4/2019). 

Baru pada 18 Mei 2018 silam ia akhirnya bisa masuk DPR RI menggantikan Fandi Utomo melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW). Di sisi lain, selain kehilangan kursi DPR RI, Fandi Utomo juga dikeluarkan dari Demokrat dan pindah ke PKB.

Bermodal pengalaman itu, Lucy pun kini lebih optimis meraih kemenangan.

"Saya tak ingin jatuh di lubang yang sama untuk kedua kalinya," kata Caleg nomor 1 ini.

Kursi di parlemen bukan merupakan tujuan utamanya. Namun, aspirasi dari konstituen yang telah memilihnya, yang ia utamakan.

"Untuk itu, saya berjuang kembali kali ini. Sebab, kami tak ingin mengecewakan konstituen saya," katanya.

Ia mengatakan bahwa pengalaman pahit di pemilu sebelumnya tak membuatnya ciut untuk kembali mencalonkan diri. Termasuk, bersaing di Surabaya-Sidoarjo, daerah yang banyak diisi caleg potensial.

"Saya dilahirkan dan dibesarkan di sini. Surabaya telah menjadi barometer nasional. Banyak aspirasi dari masyarakat yang kami terima di sini. Dengan begitu banyaknya dorongan tersebut, pantang bagi kami untuk meninggalkan," kata Caleg yang telah berada di DPR RI sejak periode 2009-2014 ini.

Selama setahun terakhir di Komisi IX DPR RI, sejumlah program menjadi perhatiannya.

"Kami membidangi kesehatan dan ketenagakerjaan. Oleh karena itu,beberapa rencana kerja yang belum tuntas selama setahun terakhir akan kami lanjutkan andai terpilih, khususnya untuk dapil Surabaya-Sidoarjo," katanya.

Pihaknya menegaskan tak akan berlaku curang dengan mengandalkan berbagai cara kotor dalam menggaet suara. Misalnya, politik uang.

"Saya tak ingin curang. Sebab, saya tak ingin dicurangi. Sekali lagi, satu suara rakyat itu sangat berharga," tegas perempuan asli Surabaya ini. (bob/TribunJatim.com).

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved