Pilpres 2019

Komentar Para Eks Ketua MK, Hamdan Zoelva dan Mahfud MD Terkait Gugatan Sengketa Pemilu 2019 ke MK

Beriku ini respon Hamdan Zoelva dan Mahfud MD terkait gugatan sengketa pemilu ke Mahkamah Konstitusi

Komentar Para Eks Ketua MK, Hamdan Zoelva dan Mahfud MD Terkait Gugatan Sengketa Pemilu 2019 ke MK
Tribun Wow
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Hamdan Zoelva. 

Hanya saja, Hamdan menegaskan bahwa seluruh bukti kecurangan yang diberikan tidak sebanding dengan selisih perolehan suara di antara kedua pasangan calon.

Oleh karena itu, kecurangan yang terbukti di Mahkamah Konstitusi tidak berpengaruh besar terhadap perubahan perolehan suara.

"Jadi MK itu berpikir hal-hal yang lebih besar. Kesalahan di satu TPS misalnya. Kalau bedanya 10 juta (selisih suara), ya kan tidak mungkin dibatalkan pemilunya," kata Hamdan.

Tak hanya itu, Hamdan menuturkan bahwa perolehan suara pada Pilpres 2019 dapat dikatakan hampir merata di seluruh Indonesia.

Adapun kesenjangan jumlah perolehan suara hanya terjadi di beberapa tempat.

Sehingga sangat sulit dilakukan pembuktian dugaan kecurangan.

"Jadi sebenarnya plus minus, dari sisi suara ya sama saja," kata Hamdan.

Sebelumnya, Mantan Ketua Mahkamah Konsititusi ini menyatakan dengan tegas bahwa menggungat perkara hasil pemilu di MK dengan banyaknya bukti tidak akan menjadi faktor utama dalam memenangkan gugatan, melainkan bagaimana bukti kecurangan tersebut memiliki relevansi dan signifikansi yang mampu mengubah hasil pemilu.

"Menang atau kalah itu bukan banyak-banyakan bukti, melainkan buktinya itu relevan atau enggak. Mau berapa banyak bukti pun kalau enggak relevan yang enggak akan dibaca," ujar Hamdan dalam diskusi bertajuk "Tantangan Mahkamah Konstitusi dalam Menyelesaikan Sengketa Hasil Pemilu Serentak Tahun 2019" di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019).

Seperti yang sudah dijelaskan di awal bahwa Hamdan Zoelvan menilai adanya kesulitan yang sangat besar bagi pihak pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menunjukkan bukti indikasi kecurangan yang mampu membalikkan hasil pilpres.

Berdasarkan hasil hitung cepat dari 9 lebaga survei yang resmi sekalipun dapat dilihat selisih suara calon presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga dengan Jokowi-Ma’ruf Amin lebih jauh dibandingkan dengan Pemilu 2014.

Halaman
1234
Penulis: Elma Gloria Stevani
Editor: Januar AS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved