Jaringan Curanmor di Pasuruan Ini Kerja Profesional, Hunting Motor & Peta Rawan, Aksi di Puluhan TKP

Jaringan Curanmor di Pasuruan Ini Kerja Profesional, Hunting Motor & Peta Rawan, Aksi di Puluhan TKP.

Jaringan Curanmor di Pasuruan Ini Kerja Profesional, Hunting Motor & Peta Rawan, Aksi di Puluhan TKP
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Satreskrim Pasuruan Tangkap Jaringan Curat dan Curanmor 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Satreskrim Polres Pasuruan kembali menangkap jaringan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan pencurian dengan pemberatan (curat) motor yang sering beroperasi di wilayah hukum Polres Pasuruan, Jawa Timur.

Korps Bhayangkara menangkap otak pencurian, yang membantu dan penadahnya. Ada empat tersangka yang diamankan.

Mereka adalah EH, sebagai otak curat dan curanmor. FH, yang membantu tersangka EH, dan S dan MS sebagai penadah.

Polisi Kejar 5 Pelaku Pencurian Mobil saat Transaksi di Pasuruan, 1 Orang Kena Peluru Kini di RS

Serunya Komunitas Honda PCX Jawa Timur Rayakan 9th Anniversary, Photo Contest Hingga Tur ke Pasuruan

Ini Kisah Nenek 96 Tahun dari Pasuruan Berangkat Haji, Latih Fisik dengan Jalan Keliling Kampung

Wakapolres Pasuruan Kompol Supriyono mengatakan, empat tersangka ini merupakan jaringan curanmor dan curat motor. Mereka berkeliaran di sejumlah wilayah di Pasuruan.

"Mereka hunting keliling Pasuruan. Tapi, yang sering jadi lokasi aksi curat dan curanmor mereka di kawasan Prigen, Pandaan dan Rembang," kata Supriyono, saat konferensi pers, Senin (8/7/2019) siang.

Supriyono menjelaskan, saat hunting, mereka menentukan gambaran sepeda motor yang akan menjadi sasaran. Mereka biasanya saat hunting sudah memetakan potensi kerawanan lokasi di sekitarnya.

"Kami masih kembangkan. Jaringan ini terstruktur dan terencana. EH yang nyuri sama FH, nanti sepedanya dijual ke S dan MS dengan harga dikisaran per motor Rp 3 juta bisa lebih, tergantung sepeda motornya," paparnya.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Dewa Putu Prima YP menjelaskan, mereka ini spesialis. Sudah puluhan TKP, yang pernah menjadi lokasi pencurian mereka. Kata dia, mereka ini rata - rata menjual sepeda motor hasil curian.

"Mereka kalau beraksi di parkiran rumah yang kebetulan parkirannya di luar. Hasil penjualan barang curian mereka gunakan untuk kehidupan keluarga sebagian dan sebagian untuk pesta sabu. Kami masih dalami kembali dan pasti akan kami kembangkan," pungkas dia

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved