Kilas Balik

Kemarahan BJ Habibie Saat Ditekan Soal Kasus Timtim, Dubes Jepang Sampai Malu: Jangan Main Gertak!

Kemarahan BJ Habibie Saat Ditekan Soal Kasus Timtim, Dubes Jepang Sampai Malu: Jangan Main Gertak!

Kemarahan BJ Habibie Saat Ditekan Soal Kasus Timtim, Dubes Jepang Sampai Malu: Jangan Main Gertak!
TRIBUN LAMPUNG
Kemarahan BJ Habibie Saat Ditekan Soal Kasus Timtim, Dubes Jepang Sampai Malu: Jangan Main Gertak! 

Pemerintahannya berakhir pada tahun 1998.

Pada akhirnya, ia pun jatuh dari kekuasaannya dengan berbagai peristiwa yang tercatat dalam sejarah.

Salah satunya adalah peristiwa Mei 1998 yang melanda Indonesia.

Saat itu muncul gelombang reformasi dan krisis multidimensi.

Sejumlah harga kebutuhan pokok meningkat pesat.

Kondisi itu diperparah munculnya sejumlah kerusuhan di berbagai kota di Indonesia.

Para mahasiswa pun melakukan demonstrasi besar-besaran di Jakarta.

Hingga pada akhirnya membuat Soeharto memutuskan mundur dari jabatannya sebagai seorang presiden.

Meski tak lagi menjadi menjadi presiden, Soeharto rupanya masih memiliki sejumlah kisah menarik.

Satu di antaranya seperti yang disampaikan oleh mantan Presiden Republik Indonesia ke-3, BJ Habibie.

Habibie menuliskan kisah itu dalam bukunya yang berjudul "Detik-Detik yang Menentukan, Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi" tahun 2006 lalu.

Dalam buku itu, Habibie mengungkapkan pada suatu ketika, tepatnya pada tanggal 9 Juni 1998, dia ingin bertemu dengan Soeharto.

Saat itu, Habibie yang menjadi presiden, karena Soeharto sudah lengser.

Oleh karena itu, Habibie pun berusaha menghubungi Soeharto via telepon.

"Pak Harto, saya mohon Bapak berkenan menerima saya. Saya mohon penjelasan dan saran Bapak mengenai semua yang telah terjadi," ucap Habibie saat itu.

Mendengar permintaan Habibie, Soeharto pun menjawabnya.

"Tidak menguntungkan bagi keadaan sekarang, jikalau saya bertemu dengan Habibie. Laksanakan tugasmu dengan baik, saya hanya dapat melaksanakan tugas sampai di sini. Saya sudah tua," jawab Soeharto.

Habibie kemudian menanggapi lagi jawaban Soeharto tersebut.

"Pak Harto, untuk dapat melanjutkan tugas dengan baik dan untuk menjawab beberapa pertanyaan, penting sekali pertemuan dengan Bapak," ujar Habibie.

Namun, lagi-lagi Soeharto menolak keinginan Habibie tersebut.

"Laksanakan saja tugasmu dengan baik, saya doakan agar Habibie selalu dilindungi Allah SWT dalam melaksanakan tugas. Kita nanti bertemu secara bathin saja," tandas Soeharto. (Januar Adi Sagita/TribunJatim.com)

Penulis: Januar AS
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved