Warga Gresik Mengeluh Kualitas Air PDAM Mirip 'Comberan', Harus Beli Air Isi Ulang Untuk Mandi

Warga Gresik Mengeluh Kualitas Air PDAM Mirip 'Comberan', Harus Beli Air Isi Ulang Untuk Mandi & Masak.

Warga Gresik Mengeluh Kualitas Air PDAM Mirip 'Comberan', Harus Beli Air Isi Ulang Untuk Mandi
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Kualitas air Hengky Krisno Purwoko (40) warga Perum Kota Damai, Kecamatan Kedamean, Kamis (25/7/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Sebagian warga Gresik resah dengan kualitas air PDAM Giri Tirta Gresik.

Mereka menganggap kualitas air yang diterima masyarakat mirip dengan air 'comberan'.

Hengky Krisno Purwoko (40) warga Perum Kota Damai, mengaku kesal dengan kualitas air yang setiap hari digunakan untuk keperluan sehari-hari. Menurutnya, air tersebut jauh dari kata layak.

Beredar Informasi Lowongan Kerja Petrokimia di Media Sosial, PT Petrokimia Gresik: Itu Hoaks

Marak Pencurian, Motor Buruh Pabrik di Gresik Ini Hilang Digondol Maling saat Diparkir di Kos

Kenalan Lewat WA, Remaja 18 Tahun Ini Malah Kehilangan Motor & Ponsel Saat Kopi Darat di Gresik

"Sudah mirip comberan, pertama buka keran warnanya hitam, lama-kelamaan coklat. Belum lagi ada endapan lumpur," ujarnya kepada TribunJatim.com, Kamis (25/7/2019).

Air mirip comberan tersebut telah mengalir di bak mandi rumahnya selama sepekan. Sehingga dia harus membeli air isi ulang untuk keperluan memasak hingga mandi.

Nah, Hengky telah berulang kali menghubungi kantor PDAM yang berada di wilayahnya untuk menyampaikan keluhannya. Namun, tidak pernah ada respon. Bahkan telponnya tidak pernah diangkat.

"Saya telepon tidak pernah diangkat, padahal kalau telat bayar kena denda. Kualitas airnya kayak gini?" kata Hengky dengan nada kesal.

Tidak hanya kualitas, air juga sering mati mendadak berhari-hari tanpa ada pemberitahuan.

Sementara itu, Humas PDAM Giri Tirta M Ismail menyampaikan bahwa kualitas air tersebut diakibatkan oleh adanya aktivitas pengerukan untuk menambah pasokan air ke Kota Pudak.

"Iya, ini akibat dari pengerukan dari Jasa Tirta selaku pengolah sungai brantas. Pengerukan ini dalam upaya menambah pasokan air ke PDAM Gresik, karena kondisi air sekarang menurun," jelasnya.

Pihaknya mengaku kondisi air akan kembali normal dalam waktu dekat. Sehingga masyarakat bisa kembali menikmati pasokan air bersih.

"Insya Allah besok atau lusa sudah normal kembali," tutup Ismail.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved