Tuduh Minum Arak, Waker Gadungan dari Jember Rampas 4 Ponsel Pakai Ancaman Celurit, Dibekuk di Rumah

Tuduh Minum Arak, Waker Gadungan dari Jember Rampas 4 Ponsel Pakai Ancaman Celurit, Dibekuk di Rumah.

Tuduh Minum Arak, Waker Gadungan dari Jember Rampas 4 Ponsel Pakai Ancaman Celurit, Dibekuk di Rumah
SuaraDewata.com
ilustrasi pencurian atau perampasan ponsel 

Tuduh Minum Arak, Waker Gadungan dari Jember Rampas 4 Ponsel Pakai Ancaman Celurit, Dibekuk di Rumah

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Seorang waker atau penjaga kebun gadungan mengancam dan merampas ponsel milik empat orang pemuda di Pos Kebun Renteng Dusun Renteng Desa Mangaran Kecamatan Ajung, Jember.

Kini waker gadungan itu, Herman (31) warga Desa Kaliwining Kecamatan Rambipuji ditangkap polisi dan mendekam di tahanan kepolisian.

Mau Perbaiki Atap Ruang Sekolah SD, Pria dari Jember Malah Tersengat Listrik & Jatuh, Tewas Seketika

Aliansi Santri Jember Demo Pakaian Pesohor di JFC, Sebut Pornoaksi dan Tak Layak Dipertontonkan

Potret Nora Alexandra, Model Ayu Blasteran Swiss Asal Jember yang Akan Dinikahi Jerinx SID

Jajaran Polsek Jenggawah (Polsek yang membawahi Kecamatan Ajung) mendapatkan laporan dari seorang warga Abdul Gafur (21) warga Desa Mangaran Kecamatan Ajung pada 4 Agustus lalu.

Gafur menjadi korban pengancaman, dan perampasan ponsel. Dia tidak sendiri, namun tiga orang temannya juga menjadi korban.

Peristiwa itu terjadi Pos Kebun Renteng Kecamatan Ajung. Saat itu, empat orang pemuda yakni Gafur, Riski, Beni, dan Sugeng sedang duduk di pos tersebut. Keempatnya menemukan sepato botol arak di pos tersebut.

Saat sedang berkumpul itulah, tiba-tiba datang Herman menghampiri mereka. Herman menuduh keempatnya menenggak minuman keras. "Para korban tidak mengakui tuduhan itu. Kemudian tersangka ini menunjukkan celurit dan mengancam mereka. Tersangka meminta keempatnya mengeluarkan ponsel masing-masing," ujar Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo dalam rilis, Rabu (7/8/2019).

Keempat pemuda itu mengeluarkan masing-masing ponsel dan menyerahkannya ke Herman. Sebab lelaki itu meminta ponsel mereka. Herman lantas menyuruh keempatnya menuju POs Satpam Kebun Renteng.

Setelah berjalan sekitar 50 meter, keempat orang itu mencari keberadaan Herman di belakang mereka namun tidak ditemukan.

Gafur dan kawan-kawan lantas mendatangi POs Satpam dan bertanya tentang seorang laki-laki yang mengaku sebagai waker. Mereka juga menunjukkan ciri-ciri orang itu.

"Ternyata dari keterangan petugas Kebun Renteng, tidak ada waker dengan ciri-ciri yang disebutkan korban," imbuh Kusworo.

Merasa menjadi korban penipuan, pengancaman, dan perampasan, keempat orang itu melapor ke Polsek Jenggawah. Berdasarkan keterangan dari keempat orang korban, penyelidikan polisi mengarah kepada Herman. Polisi lantas menggeledah rumah Herman, dan menemukan celurit serta empat unit ponsel.

Polisi menjerat Herman memakai Pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun penjara, dan UU Darurat No 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved