SD di Magetan Minta Murid Bayar Rp 1 Juta untuk Papan yang Rusak, Dindik: Itu Ditanggung Pemerintah

SDN Widorokandang 2 Sidorejo Magetan sempat jadi sorotan seusai menuntut seorang murid kelas 4 membayar Rp 1 Juta.

SD di Magetan Minta Murid Bayar Rp 1 Juta untuk Papan yang Rusak, Dindik: Itu Ditanggung Pemerintah
SURYA/DONI PRASETYO
SDN Widorokandang, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, minta orangtua murid membayar Rp 1 juta, karena putranya yang duduk di klas 4, diduga merusak papan tulis kelas. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - SDN Widorokandang 2 Sidorejo Magetan sempat jadi sorotan seusai menuntut seorang murid kelas 4 membayar Rp 1 Juta.

Uang ini diminta sebagai pengganti papan tulis yang tak sengaja rusak saat seorang siswa kelas 4 bermain-main. 

Hal ini makin dibahas mengingat wali murid yang bersangkutan ternyata seorang buruh tani yang mengaku keberatan akan tuntutan ganti Rp 1 juta itu.

Kasus perusakan sarana dan prasarana (Sarpras) sekolah ini akhirnya sampai di Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Magetan.

(Tak Sengaja Rusak Papan Tulis, Siswa Kelas 4 di Magetan Dimintai Ganti Rp 1 Juta oleh Sekolah)

Akibatnya, Kepala Sekolah SDN Widorokandang 2, Pengawas Sekolah dan orangtua siswa dipanggil ke Dikpora.

"Kami sampaikan kepada wali murid agar tidak usah mengganti papan tulis yang rusak, apalagi itu dilakukan karena ketidaksengajaan. Itu tanggungjawab pemerintah," kata Kepala dindikpora Kabupaten Magetan Suwoto pada Jumat (9/8/2019).

Kadindikpora Suwoto menyatakan, masing masing pihak diminta menjelaskan awal penyebab rusaknya papan tulis itu, sehingga ortu siswa kelas 4 SD ini dituntut bayar ganti sebesar Rp 1 juta.

"Sebenarnya kerusakan papan tulis itu tidak parah amat. Makanya tidak ada orangtua murid yang tega anaknya di tahan di kepolisian, akhirnya, mantan pejabat itu banyak yang tergoda," kata suwoto.

Menurut Suwoto, aturan masalah sarana pasar itu jelas, dan tidak ada orangtua wali murid yang diminta mengganti sarana prasarana sekolah yang rusak akibat kegiatan belajar mengajar (KBM).

(Sikap 4 Siswa SMP di Kota Blitar Kembalikan Dompet, Jadi Kado Ultah Sekolah)

"Sesuai keterangan Kasek, tidak ada niatan menyengsarakan orangtua wali murid. Saya yakin juga Kasek, sudah paham regulasi masalah sarana prasarana," ucap Suwoto.

"Mungkin ungkapan minta ganti papan tulis senilai Rp 1 juta itu, agar anak tidak mengulangi perbuatanya itu saja,"kata Suwoto.

Reporter: Surya - Doni Prasetyo

(Sepeda Keren, Sekolah Bagi Kelompok Rentan Trenggalek agar Naik Kelas)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved