Ortu Dituntut 3 Tahun Penjara, Anak Tersangka Ajukan Pra Peradilan di PN Lamongan

Untuk kesekian kalinya Polres Lamongan di pra peradilan. Kali ini, dengan dipimpin hakim tunggal, Jantiani Longli Naetasi digelar sidang untuk umum

Ortu Dituntut 3 Tahun Penjara, Anak  Tersangka Ajukan Pra Peradilan di PN Lamongan
surya/Hanif Manshuri
Usai persidangan, sidang tuntutan Donni dilanjutkan pada Senin (19/8/2019) untuk agenda pembelaan terdakwa.(Hanif Manshuri) 

 TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Untuk kesekian kalinya Polres Lamongan di pra peradilan. Kali ini, dengan dipimpin hakim tunggal, Jantiani Longli Naetasi digelar sidang untuk umum atas permohonan Liem Michelle yang diwakili oleh tim penasihat hukumnya Hands Edward Hehakaya, Senin (12/8/2019).

Sidang yang digelar, di ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri Lamongan itu, pemohon melalui penasihat hukumnya menganggap penahanan Nancy Agustiawati selaku ibu kandung pemohon oleh pihak termohon (Polres Lamongan) dinilai tidak sah lantaran kurang memenuhi syarat subjektif.

Hal terungkap dalam persidangan yang dibacakan salah satu tim penasihat hukum pemohon tentang beberapa permohonan pra peradilan dihadapan hakim tunggal.

Menanggapi tuntutan itu, termohon (Polres Lamongan, red) meminta waktu agenda sidang berikutnya untuk menanggapi permohonan tersebut.

Sedangkan, hakim tunggal Jantiani kepada kedua belah pihak di penghujung sidang akan ditutup meminta agar konsekwen dalam hal waktu persidangan.

Untuk itu, pihaknya meminta kembali keduanya sepakat mengatur jadwal waktu. Sebab, dalam proses pra peradilan selama tujuh hari berturut - turut.

Laga Klasik Arema FC Vs Persebaya Surabaya Akan Diamankan 1749 Personel Keamanan

Pelaku Ujaran Kebencian Almarhum KH Maimoen Zubair Dibebaskan, Santri Malang Raya Cabut Laporan

Sementara usai persidangan, Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat dikonfirmasi terkait pra peradilan yang diajukan Liem Michlle dengan permohonannya menyebut tidak sahnya penahanan terhadap Nancy selaku ibu pemohon dan sekaligus istri dari terdakwa Liem Donni mengatakan bahwa itu merupakan hak pemohon.

Untuk permohonan pra peradilan, tambah Norman, itu hal yang biasa. Dikatakannya, jika yang disebutkan dalam permohonan tersebut menurut mereka tidak sah.

"Tapi menurut kami itu sebaliknya. Karena penyidik sudah melakukan beberapa tahapan sesuai prosedur," kata Norman.

Penetapan tersangka sudah sesuai dengan prosedur, ada bukti dan saksi yang semuanya didapat penyidik.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved