BREAKING NEWS - Pelaku Ujaran Kebencian Almarhum KH Maimoen Zubair Dibebaskan, Laporan Dicabut

Polres Malang Kota membebaskan Fulvian Daffa, pelaku ujaran kebencian terhadap Alm KH Maimoen Zubair.

BREAKING NEWS - Pelaku Ujaran Kebencian Almarhum KH Maimoen Zubair Dibebaskan, Laporan Dicabut
SURYA/BENNI INDO
Daffa (memegang kertas) menyampaikan permohonan maaf atas ujaran kebencian yang ia lakukan kepada almarhum KH Maimun Zubair, Jumat (9/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Polres Malang Kota membebaskan Fulvian Daffa, pelaku ujaran kebencian melalui akun media sosial Facebook.

Dalam salah satu postingannya, Fulvian diduga menghina Alm KH Maimoen Zubair.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan, alasan pembebasan Fulvian lantaran pelapornya, Santri Malang Raya telah mencabut laporan.

Marak Ujaran Kebencian di Medsos, KPU Kota Malang Gencarkan Pendidikan Demokrasi ke Pemilih Muda

"Hasil mediasi kemarin akhirnya warga NU memaafkan Fulvian. Akhirnya mereka mencabut laporan," tutur Komang, Senin (13/8/2019).

Dari hasil mediasi yang dilakukan pada Sabtu (10/8/2019), warga NU memaklumi kekhilafan Fulvian.

Fulvian yang berusia 20 tahun dinilai masih muda sehingga wajar jika kondisi mentalnya masih labil.

Mengaku Muhammadiyah dan Hina Mbah Moen, Pria Malang Minta Maaf, Langsung Diamankan Polisi

"Yang bersangkutan, Fulvian, juga mengaku bersalah dan tidak mengulangi perbuatannya," katanya.

Sebelumnya, unggahan status Facebook Fulvian ramai dibicarakan netizen lantaran diduga bermuatan ujaran kebencian.

Saat itu, pria asal Donomulyo, Kabupaten Malang ini mengaku tidak ada gunanya bersimpati atas wafatnya KH Maimoen Zubair.

KH Maimoen Zubair Wafat, 4 Pemuda Lintas Agama Mojokerto Berdoa di Depan Foto Mbah Moen

Ia bahkan mencatut nama dua organisasi muslim terbesar Indonesia yakni NU dan Muhammadiyah.

Berikut unggahan Fulvian yang dinilai menghina KH Maimoen Zubair:

"Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kematian si mumun zubair, alhamdulillah populasi NU berkurang, saya orang Muhammadiyah, gak ada gunanya saya berduka atas kematian orang NU," begitu kata postingan akun milik Fulvian pada Jumat (9/8/2019) lalu.

Kasus Ujaran Kebencian Gus Nur, Kejaksaan Tinggi Jatim Tetap Siap Bila Hadapi 20 Pengacara

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved