Kehabisan Material SIM, Polrestabes Surabaya Tutup Layanan SIM Corner dan SIM Keliling.

Terhitung sejak 12 Agustus 2019 stok material blangko SIM di Satlantas Polrestabes Surabaya habis sehingga menghentikan sementara layanan SIM keliling

Kehabisan Material SIM, Polrestabes Surabaya Tutup Layanan SIM Corner dan SIM Keliling.
TRIBUNJATIM.COM/NDARU WIJAYANTO
Antrean pengurus Surat Ijin Mengemudi di SIM Corner Tunjungan Plaza Surabaya pada hari kedua kerja usai libur lebaran, Selasa (4/7/2017) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Terhitung sejak 12 Agustus 2019 stok material blangko SIM di Satlantas Polrestabes Surabaya habis sehingga menghentikan sementara layanan SIM keliling dan SIM Corner. Sebagai gantinya, masyarakat diminta mengurus SIM di Satpas Colombo.

Permintaan SIM yang cukup tinggi, hingga 1.000 perhari, disiasati dengan memberikan surat keterangan (Suket) kepada pemohon SIM.

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, pihaknya sudah berkordinasi dengan Korlantas untuk permintaan material blangko SIM. Terkait suket, akan diberikan kepada pemohon SIM hingga material datang.

"Waktu berlaku suket satu bulan, kalau bulan depan belum datang, kita perpanjang suketnya," ujarnya, Kamis (15/8/2019).

Nah, suket yang diterima masyarakat itu terdapat kode barcode. Sehingga ketika material datang, data sudah tersimpan dan siap dicetak. Kedepan, suket akan diberikan fitur foto pemohon, tujuannya agar tidak disalahgunakan.

Pandia mengimbau, masyarakat tidak perlu khawatir, sebab jika ada razia di jalan suket dapat digunakan sebagai pengganti SIM.

Pimpinan DPW PKB Jatim Jamin Anggota Dewan dari PKB Patuhi NU: Melanggar, Kami Pecat!

Takluk 4-0 dari Arema FC, Begini Penjelasan Bejo Sugiantoro

"Kita mengimbau kepada masyarakat tidak usah khawatir suket berlaku penggantian SIM, jadi kalau ada razia ataupun kegiatan lain di jalan raya, bisa digunakan sementara waktu dan berlaku satu bulan," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Alumnus Akpol tahun 2000 ini berharap, tidak sampai satu bulan material SIM sudah datang dari Korlantas.

Total masyarakat yang sudah memegang suket sejak tanggal 12 Agustus itu hingga saat ini cukup banyak.

"Kurang lebih 3.000 orang menggunakan suket," tegasnya kepada Tribunjatim.com.

Nah, sembari menunggu material SIM datang. Pihaknya juga mengupdate aplikasi. Karena material SIM yang baru lebih banyak keunggulan dibanding material SIM yang lama. Salah satunya, dapat digunakan sebagai e-Money.

"Sekilas materialnya kita lihat, SIM baru merah putih, Indonesia banget, kedepan bisa digunakan untuk e-toll, dan juga mungkin untuk bayar juga, nanti serba guna juga tentunya," tuturnya.

Sekadar informasi dalam satu bulan permintaan SIM di Surabaya mencapai 25 ribu hingga 30 ribu. Jika di rata-rata, ada seribu permintaan SIM dalam satu hari. (wil/Tribunjatim.com)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved