Sambut HUT Ke-74 RI, Begini Makna Kemerdekaan Menurut Bupati Trenggalek Mas Ipin

Sambut HUT Ke-74 RI, Begini Makna Kemerdekaan Menurut Bupati Trenggalek Mas Ipin.

Sambut HUT Ke-74 RI, Begini Makna Kemerdekaan Menurut Bupati Trenggalek Mas Ipin
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Bupati Trenggalek M Nur Arifin yang diwawancarai usai audiensi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, di Grahadi, Rabu (24/7/2019) 

Sambut HUT Ke-74 RI, Begini Makna Kemerdekaan Menurut Bupati Trenggalek Mas Ipin

TRIBUNTRENGGALEK.COM, TRENGGALEK - Republik Indonesia tengah merayakan Hari Jadi ke-74.

Tiap orang mempunyai pemaknaan yang berbeda-beda atas kemerdekaan yang telah diraih para founding fathers.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin memaknai kemerdekaan sebagai warisan yang harus diisi dengan pembangunan dan karya-karya positif.

Inspirasi Generasi Muda, Bendera Merah Putih Raksasa Dibentangkan di Bukit Tunggangan Trenggalek

200 Sekolah Dasar di Kabupaten Trenggalek Didorong untuk Menerapkan Pola Sekolah Sehat

Festival Paralayang Nasional Trenggalek Bakal Digelar di Bukit Tunggangan, Catat Jadwalnya!

Orang-orang Indonesia saat ini, menurut dia, punya hutang kepada para pendiri bangsa.

“Kemerdekaan menurut founding fathers itu hanya sekadar pintu gerbang. Harapan-harapannya harus kita wujudkan. Karena di pintu gerbang itu, taman sarinya Indonesia merdeka yang adil, makmur, dan berkeadilan sosial. Itu yang harus kita wujudkan,” kata pria yang akrab disapa Mas Ipin itu.

Ia bilang, mewujudkan semua cita-cita luhur itu adalah tugas seluruh elemen bangsa. Meski kemerdekaan republik ini sudah lama diraih, cita-cita dari kemerdekaan masih harus terus diperjuangkan.

Anak muda di Indonesia, menurut dia, bisa berkontribusi membangun bangsa dengan cara paling sederhana. Misalnya, lewat media sosial.

Mereka sebaiknya mengabarkan berita-berita baik lewat platform tersebut. Anak-anak muda juga harus menjadi contoh baik untuk orang lain lewat cara sederhana, keren, dan dari sesuatu yang disukai.

“Contohnya, misalnya saya mengajak orang main ke pantai. Simpel dan enak. Tapi pesan yang dibawa, yakni jangan mengotori laut, menjaga biota laut, dan sebagainya,” tutur Mas Ipin.

Menurut dia, kekurangan yang ada di negeri ini bukan untuk disesali, tapi disyukuri. Dengan adanya kekurangan itu, warga negara bisa bersumbangsi untuk memperbaiki. Dengan begitu, predikat sebagai pewaris Indonesia bisa diemban oleh warga negara.

“Saya bahagia dengan kondisi Indonesia saat ini. Masih banyak tantangan, mulai dari intoleransi, disintegrasi bangsa, overpolitic, korupsi dan lain-lain. Tapi saya tetap optimistis melihat Indonesia ke depan,” ungkapnya.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved