Pemkot Malang Jamin Kota Malang Adalah Tempat yang Aman dan Nyaman Bagi Mahasiswa Papua

Pemkot Malang bersama dengan sejumlah mahasiswa Papua yang kuliah di Kota Malang menggelar pertemuan di Rumah Makan Kertanegara pada Selasa (20/8).

Pemkot Malang Jamin Kota Malang Adalah Tempat yang Aman dan Nyaman Bagi Mahasiswa Papua
SURYAMALANG.COM/RIFKI EDGAR
Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko bersama Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri dan sejumlah perwakilan mahasiswa asal Papua saat melakukan pertemuan di rumah makan Kertanegara pada Selasa (20/8/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemkot Malang bersama dengan sejumlah mahasiswa Papua yang kuliah di Kota Malang menggelar pertemuan di Rumah Makan Kertanegara pada Selasa (20/8).

Pertemuan yang didampingi oleh Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri itu ialah untuk menunjukkan bahwa mahasiswa Papua yang sedang kuliah di Kota Malang aman dan nyaman.

Perasaan itulah yang kini dirasakan oleh Nina Awendu (20) satu di antara mahasiswa asal Papua yang sedang kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik Waskita Dharma Kota Malang.

"Pasca kejadian tanggal 15 Agustus kemarin tidak ada konflik yang berkelanjutan. Saya aman di sini. Warga Kota Malang terutama warga di kampung tempat kos kami juga sangat ramah kepada kami," ucapnya.

Terkuak, Duduk Perkara Aksi Demontrasi Mahasiswa Papua di Kota Malang yang Berujung pada Kerusuhan

Perempuan asal Kota Jayapura itu juga menyayangkan aksi yang terjadi di Kota Surabaya dan di Kota Malang.

Ia pun cukup sedih karena rekan-rekannya sesama asal Papua diteriaki kata-kata yang tidak menyenangkan.

"Kejadian di Surabaya cukup membuat kami semua sedih. Saya ke sini (Kota Malang) untuk kuliah, mencari ilmu. Tetapi kami sudah mengasihi mereka, karena dari kecil kami sudah diajarkan untuk saling mengasihi antar sesama," ujarnya.

Pasca kejadian tersebut, Nina dan teman-temannya pun sempat khawatir untuk keluar dari kosnya.

Ia takut, apabila ada kejadian yang tidak terduga menimpa dirinya.

Bahkan, untuk membeli makanpun ia lakukan cuma sekali dan itu untuk jatah seharian.

"Beruntung, warga di kos saya baik. Hubungan kami dengan warga baik. Kami membaur dan sudah seperti saudara," terang perempuan yang tinggal di Bunulrejo itu.

Bapak dan Anak di Malang Ancam Tikam Tetangga Pakai Bambu Runcing 1,5 meter, Ditahan Polsek Pakis

Orang tua Nina pun cukup khawatir dengan putrinya yang sedang melakukan studi di Kota Malang.

Nina menceritakan jika keadaan dirinya di Kota Malang baik-baik saja dan tidak ancaman yang membuat dirinya merasa khawatir.

"Orang tua meminta saya untuk tidak ikut-ikutan aksi. Karena saya di sini datang untuk kuliah. Dan kami sudah memberitahu ke mereka (orang tua) jika di sini kami dilindungi oleh kampus dan juga gereka," terangnya.

Penulis: Rifki Edgar
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved