Sekap dan Menodong Pistol ke Korban, Komplotan Begal Truk di Trenggalek Dibekuk

Tiga orang ditangkap dan dua orang masih buron dalam kasus begal truk yang terjadi di Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek.

Sekap dan Menodong Pistol ke Korban, Komplotan Begal Truk di Trenggalek Dibekuk
SURYA/AFLAHUL ABIDIN
Polres Trenggalek mengelar rilis, para pelaku dengan latar belakang truk yang dibawa kabur saat kejadian. 

 TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Tiga orang ditangkap dan dua orang masih buron dalam kasus begal truk yang terjadi di Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek.

Komplotan itu memancing korban untuk datang; melakban kaki, mata, dan mulut; memborgol tangan; dan menodong korban dengan pistol jenis airgun. Pelaku juga mengancam akan membunuh para korban.

Ketiga pelaku yang ditangkap, yakni Sumarno (48) warga Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak; Heru Susanto (33) warga Kecamatan Anjirsrapat, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah; dan Adit Lutfi (31) warga Kecamatan Sumedewe Timur, Kabupaten Okutimur Palembang, Sumatera Selatan.

Pembegalan bermula saat Heru memesan pasir beserta jasa angkut dengan truk kepada korban pada 30 Juli 2019. Setelah harga disepakati, pelaku meminta korban mengirim pasir pasir ke daerah sekitar Terminal Durenan, Kabupaten Trenggalek pada dini hari.

Dua orang korban lalu bertemu dengan Heru dan menurunkan muatan pasir di lokasi. Setelah itu tiga pelaku lain, termasuk Sumarno dan Adit, datang naik mobil sewaan Suzuki Splash.

“Korban kemudian ditodong menggunakan airgun oleh tersangka Adit. Dibantu Sumarno dan rekannya, memborgol dan melakban mata, kaki, dan mulut korban. Korban diancam akan dibunuh,” kata Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, saat gelar tangkapan, Selasa (20/8/2019).

Dua orang korban itu lalu diangkut di bagasi mobil dan dibawa ke Jawa Tengah. Sementara truk yang dijarah dibawa ke Kabupaten Trenggalek untuk dijual ke penadah senilai Rp 30 juta.

“Barang bukti truk sudah dikanibal, diurai oleh rekan tersangka. Untuk pembagiannya, Sumarno mendapat bagian Rp 20 juta. Sisanya dibagi tersangka lain,” ujar dia kepada Tribunjatim.com.

Sumarno yang mendapat jatah paling besar adalah pemilik senjata api yang digunakan untuk aksi.

Polisi mendapatkan barang bukti truk di rumah penadah berinisial R di Kabupaten Probolinggo. Penadah ini masih menjadi buruan polisi. Sementara itu, ada satu orang lain pelaku begal berinisial A yang masih dalam pemburuan.

Hasil Deklarasi Batam, La Nyalla Disiapkan Jadi Ketua DPD RI, Abdullah Puteh Jadi Wakil

Pengakuan Ormas yang Bentrok dengan Mahasiswa Papua di Surabaya, Ingin ada Bendera di Asrama

Aura Kasih Rayakan Ulang Tahun Eryck Amaral Sang Suami, Tulisan Umur di Kue Jadi Sorotan

Polisi menangkap ketiga pelaku di Desa Bogo, Kecamatan Sragen, Kabupaten Magelang. Pelaku ditangkap ketika sedang berkumpul bersama, Jumat (9/8/2019).

Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Sumi Andana menambahkan, perburuan para pelaku ini memakan waktu hampir dua pekan. Lamanya proses penangkapan karena polisi menunggu para tersangka berkumpul untuk memudahkan proses penangkapan.

“Setelah kejadian, pelaku berpindah-pindah tempat, menyebar. Kami menunggu pelaku berkumpul semuanya,” kata Andana kepada Tribunjatim.com.

Dalam kasus itu, polisi mengamankan barang bukti truk, mobil, pistol airgun, lakban, beberapa telepon selular, buku tabungan, borgol dan benda-benda lain.

“Pelaku dikenakan Pasal 365 ayat (1) KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan yang diancam dengan pidana maksimal sembilan tahun penjara,” pungkasnya. (Aflahul Abidin/Tribunjatim.com)

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved