Warga Malang Jadi Korban Penipuan Oknum Driver Ojol, Orderan Makanan Tak Sampai Tapi Saldo Kesedot
Nur Handayani memesan rujak manis kesayangannya lewat ojek online, Minggu (18/8/2019).
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Melia Luthfi Husnika
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Nur Handayani memesan rujak manis kesayangannya lewat ojek online, Minggu (18/8/2019).
Alih-alih mendapatkan rujak itu, saldonya malah kesedot lebih banyak dari harga yaitu Rp 53.000.
Padahal harga dua porsi rujak manis Rp 30.000.
"Sementara di aplikasi, seolah-olah sudah mengantarkan rujak itu. Padahal tidak menerimanya," jelas Nur, warga Malang pada suryamalang.com, Selasa (20/8/2019).
• Gelar Pertemuan dengan Mahasiswa Papua, Wali Kota Malang Sutiaji Sebut Papua Bagian dari NKRI
Menurut Sandra, anaknya, saldo di akun ibunya awalnya Rp 100.000.
"Saya periksa lagi di orderan juga tidak ada tambahan pesanan apa-apa," kata dia.
Ia sempat ngechat driver ojek oline menanyakan pesanannya dan dijawab sudah dikirim.
Padahal anggota keluarganya sudah menunggu di teras berjaga ketika ada bunyi di ponselnya bahwa driver sudah dekat dalam perjalanan mengantarkan makanannya.
"Tidak ada yang menerima rujak manis itu," jelasnya.
• Harga Cabai Rawit di Pasar Kota Malang Masih Tinggi, Bawang Merah dan Bawang Putih Beda Lagi
Kecurigaan awal sebenarnya ada. Yaitu pemesanan rujak manis sangat cepat.
Padahal biasanya kalau hari minggu, kedai rujak itu sangat ramai.
Karena jengkel, maka ia memberi bintang satu pada driver itu atas kinerjanya yang buruk.
Selain itu juga memberikan penjelasan di aplikasi itu alasannya. Tak diduga, aksinya ternyata berbuah.
"Pada Minggu malam, saldo ibu saya dikembalikan semua yang disedot," ujar karyawan swasta itu.
Dari kejadian itu, ia sekarang kapok memakai saldo untuk pemesanan makanan lewat ojol.
• Polisi Sebut Tidak Ada Kalimat Rasis saat Kericuhan Demonstrasi Mahasiswa Papua di Kota Malang