Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Warga Malang Jadi Korban Penipuan Oknum Driver Ojol, Orderan Makanan Tak Sampai Tapi Saldo Kesedot

Nur Handayani memesan rujak manis kesayangannya lewat ojek online, Minggu (18/8/2019).

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Melia Luthfi Husnika
Ilustrasi - Warga Malang Jadi Korban Penipuan Oknum Driver Ojol, Orderan Makanan Tak Sampai Tapi Saldo Kesedot 

Padahal maksudnya biar tidak repot membayar. "Saya putuskan kalau pakai saldo di aplikasi buat pembayaran di outlet-outlet di mall aja. Malah ada cashback," paparnya.

Dan kalaupun pesan lagi, maka ia memilih membayar tunai menghindari ada oknum driver nakal yang mengambil saldo di akunnya.

"Sebagai pengguna, saya berharap, operator memilih mitra driver yang berintegritas," kata dia.

Lebih penting lagi adalah keamanan di aplikasi itu ditingkatkan agar konsumen tidak dirugikan oleh driver nakal.

"Selama ini kan sudah banyak keluhan dari pengguna," kata dia.

Ini antara lain terbaca di sejumlah postingan FB komunitas di Malang juga banyak yang mengeluhkan adanya itu sehingga jadi korban.

Pemkot Malang Jamin Kota Malang Adalah Tempat yang Aman dan Nyaman Bagi Mahasiswa Papua

Rata-rata keluhannya sama. Tidak mendapatkan makanan yang dipesan tapi saldo berkurang melebihi yang seharusnya dipotong dari pembelian.

Meski kerap diposting, namun selalu ada yang jadi korban.

"Kalau saya lebih suka bayar tunai daripada dipotong saldo," ungkap Ayunda, karyawan. Ini karena ada info soal ada driver nakal.

Baru jika perlu memesan kendaraan, ia memakai saldonya.

Sejauh ini tidak ada masalah.

Beberapa waktu lalu juga ada pemilik warung di Malang yang sedang ditutup karena renovasi namun menemukan struk-struk seolah-olah ada order dari ojol dalam bentuk cetakan.

Padahal warung itu biasanya membuat struk dengan tulisan tangan.

Sylvianita widyawati

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved