50 Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan Dilantik Hari Ini, Berikut Motivasi yang Diberikan Bupati

Wajah sumringah terpancar dari 50 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan periode 2019-2024.

50 Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan Dilantik Hari Ini, Berikut Motivasi yang Diberikan  Bupati
SURYA.CO.ID/GALIH LINTARTIKA
Wajah sumringah terpancar dari 50 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan periode 2019-2024. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Wajah sumringah terpancar dari 50 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan periode 2019-2024.

Mereka resmi dilantik sebagai anggota legislatif setelah mengucapkan sumpah untuk menjalankan tugasnya dengan baik pada Rabu (21/8/2019).

Pesan tersebut disampaikan, dua pimpinan dari perwakilan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Rouf dan PDI Perjuangan, Andri Wahyudi saat menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan, Jalan Raya Raci.

Dikatakan Rouf, pengucapan sumpah menjadi momentum perubahan bagi anggota DPRD Kabupaten Pasuruan periode 2019-2024 untuk menghilangkan stigma negatif terhadap partai politik dan anggota di masa lalu.

Polres Mojokerto Tembak Mati Kapten Sindikat Pencuri Mobil Asal Pasuruan

Ada tiga hal yang bisa menjadi fokus para anggota DPRD, seperti melindungi dan memperjuangkan kepentingan rakyat melalui fungsi legislasi DPRD. Memaksimalkan waktu untuk bertanya dan berdialog dengan rakyat melalui media dan jaringan yang ada.

Selaras dengan pernyataan Sudiono Fauzan, yang diberi mandat kembali menjabat ketua DPRD Kabupaten Pasuruan periode 2019-2024. Pria yang akrab disapa Dion itu mengungkapkan, sebelum kembali duduki jabatan sebagai ketua dewan definitif, serangkaian proses harus dilaluinya. "Termasuk menunggu pelantikan 50 anggota legislatif terpilih," kata Dion usai pelantikan.

Sementara itu, Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf mengucapkan terima kasih atas kerja sama kepada anggota dewan priode 2014-2019.

"Fungsi budgeting atau penyusunan anggaran yang digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Sudah bukan masanya lagi penyusunan anggaran dilakukan dengan cara tertutup. Sekarang saatnya proses penyusunan dilakukan dengan cara partisipatif, menghindari praktek-praktek pragmatis apalagi koruptif," ujarnya.

Tersangka Mark Up Anggaran Dispora Pasuruan Tak Bisa Ajukan Pensiun Dini, Kuasa Hukum Protes

Terakhir, melalui fungsi pengawasan anggota DPRD, ia mengajak semua untuk melaksanakan secara objektif dan efektif, dijalankan dengan niat tulus dan sistematik untuk menjalankan fungsi kontrol yang seimbang terhadap pelaksanaan tugas eksekutif dalam melaksanakan manajemen pembangunan daerah.

Banyaknya catatan Pemilu serentak 2019, baik positif maupun negatif diharapkan menjadi evaluasi semua dalam membangun demokrasi dan kehidupan berbangsa serta bernegara yang lebih baik.

Pelantikan ini, bagi masyarakat Kabupaten Pasuruan diharapkan untuk dimaknai sebagai proses demokrasi yang sakral dalam upaya penegakan kedaulatan rakyat, karena rakyat sudah mempercayakan suaranya.

"Sejak hari ini, bapak dan ibu memiliki tanggung jawab yang besar, menjadi harapan baru bagi rakyat dalam berjuang meningkatkan kesejahteraan hidupnya dan dalam mewujudkan pemerintah yang bersih. Banyak pekerjaan rumah yang dihadapi dan harus diselesaikan melalui pola pikir, pola kerja dan pengambilan keputusan dengan mengedepankan kepentingan rakyat," pungkasnya. (lih)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved