Menghadirkan Qmax, Cargill Membidik Peternak Ayam Petelur Tulungagung dan Sekitarnya

Menurut Country Director Cargill Indonesia, Ivan Hindarko, Tulungagung dipilih karena salah satu sentra produsen telur.

Menghadirkan Qmax, Cargill Membidik Peternak Ayam Petelur Tulungagung dan Sekitarnya
david yohanes/surya
Country Director Cargill Indonesia, Ivan Hindarko (tiga dari kanan) memamerkan produk Qmax, saat grand launching di Crown Victoria Hotel Tulungagung, Kamis (22/8/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAUNG - Cargill, produsen pakan dunia membidik para peternak ayam petelur di wilayah Mataraman dan sekitarnya. Di depan ratusan peternak ayam petelur, Cargill meluncurkan pakan Qmax , Kamis (22/8/2019) malam, di Crown Victoria Hotel.

Menurut Country Director Cargill Indonesia, Ivan Hindarko, Tulungagung dipilih karena salah satu sentra produsen telur.

Qmax yang disebut sebagai produk premium ini diharapkan bisa bersaing untuk memperebutkan pasar pakan ayam petelur. Sebelum diluncurkan, Qmax sudah diuji coba selama dua tahun di sejumlah peternak di Indonesia.

"Ke depan kami berharap produk kami bisa mendominasi (pakan ayam peterlur)," ujar Ivan kepada Tribunjatim.com.

Cargill sudah berpengalaman selama 153 tahun, dan mempunyai pusat inovasi di Amerika serta Eropa. Menurut Ivan, teknologi pengalaman panjang itulah yang dibawa ke Indonesia. Menyesuaikan potensi di Indonesia, Cargill menghadirkan Qmax sebagai pakan seri tertinggi.

"Dengan pakan ini secara umum biaya produksi per kilogram telur bisa lebih rendah jika dibanding produk kompetitor," sambung Ivan.

Masih menurut Ivan, Qmax juga menjawab kebijakan pemerintah yang melarang penggunaan Antibiotic Grow Promoters (AGP). Pakan ini dipastikan tidak mengandung antibiotic, namun tetap bisa menjaga imunitas ayam, serta memberikan nutrisi terbaik. Kerana tanpa AGP dan tanpa toksin telur jadi lebih sehat, daging ayam afkir pun juga sehat dan lebih berat.

BREAKING NEWS - Kapal RORO Tujuan Surabaya Balikpapan Terbakar di Perairan Masalembu

Maliq D’Essential Pukau Ribuan Penonton di Gelaran Road to Soundrenaline di Surabaya

Jokowi Minta Kapolri Tindak Tegas Pelaku Rasisme Terhadap Mahasiswa Papua: Tolong Digaris Bawahi!

Untuk mendukung produksi dan distribusi, Cargill mempunyai tujuh pabrik di Indonesia. Dua ada di Jawa Timur, dua di Jawa Tengah, satu di Jawa Barat, satu di Medan dan satu lagi di Makassar. Namun Ivan belum mengungkap harga pakan ini, karena masing-masing daerah akan berbeda.

"Saat ini sudah bisa didapat oleh peternak. Setelah ini kami juga akan isi semua saluran distribusi," ujar Ivan kepada Tribunjatim.com.

Selama ini peternak ayam petelur menggunakan produk dari Charoen Pokphand dan Japfa. Bahkan dua produk itu sangat mengakar di antara peternak. Kemudian muncul merek-merek baru, produk dari perusahaan lokal. Namun Ivan yakin, Qmax bisa bersaing dan merebut pasar hingga mendominasi.

"Teknologi Cargill lebih unggul dan kualitas produk kami konsisten, tidak naik turun. Nutrisi kami lebih unggul dan memberikan performa tinggi," pungkas Ivan. (David Yohanes/Tribunjatim.com)

Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved