Jaksa Sebut Pelaku Predator 9 Anak di Mojokerto Bisa Anulir Kebiri Kimia, Lewat Peninjauan Kembali

Jaksa Sebut Pelaku Predator 9 Anak di Mojokerto Bisa Anulir Kebiri Kimia, Lewat Peninjauan Kembali.

Jaksa Sebut Pelaku Predator 9 Anak di Mojokerto Bisa Anulir Kebiri Kimia, Lewat Peninjauan Kembali
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jatim, Asep Maryono 

Jaksa Sebut Pelaku Predator 9 Anak di Mojokerto Bisa Anulir Kebiri Kimia, Lewat Peninjauan Kembali

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sebagai upaya meringankan hukuman kebiri kimia yang menimpa terpidana Muh Aris yang divonis 12 tahun penjara dan hukuman kebiri, Aspidum Kejati Jatim Asep Maryono meminta pihak terdakwa untuk ajukan Peninjauan Kembali (PK)

Menurut Asep, upaya PK ini merupakan upaya terakhir dari terpidana usai dirinya tak ajukan kasasi dalam putusan itu.

"Selama terpidana ini memiliki bukti baru untuk mengajukan PK di pengadilan nantinya," ujarnya, Senin, (26/8/2019). 

Kuasa Hukum Terdakwa Predator 9 Anak Mojokerto Minta Ada Kajian Ulang Perilaku & Anulir Kebiri Kimia

Vonis Kebiri Kimia Predator 9 Anak di Mojokerto Disoroti Komnas HAM, Sebut Hukuman Tak Cerminkan HAM

Dapat Penolakan IDI Perihal Vonis Kebiri, Aspidum Kejati Jatim Sebut Putusan Dapat Dibatalkan

Selain itu, dikarenakan hal ini adalah fenomena pertama kalinya. "Upaya dari terpidana untuk meringankan hukuman. Salah satunya untuk hukuman kebiri itu yang memang ini baru pertama kalinya," lanjutnya

Asep menjelaskan untuk langkah eksekusi sendiri, Kejati Jatim akan menunggu terpidana menjalankan hukuman pidana penjara terlebih dahulu. 

"Untuk teknisnya ini kami menunggu hukuman penjara dulu 12 tahun baru menjalankan hukuman tambahan tersebut," bebernya.

Ini tertuang dalam Kitab undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang menyatakan jika putusan hukuman tambahan dapat dilakukan usai menjalani hukuman pokoknya. 

Dalam putusan Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya itu Muh Aris dijatuhkan pidana 12 tahun, denda Rp 100 juta dan hukuman tambahan dengan kebiri kimia. Vonis hukuman pidana tertuang dalam Putusan PT Surabaya dengan nomor 695/PID.SUS/2019/PT SBY, tertanggal 18 Juli 2019.

"Namun kami juga masih akan meminta petunjuk untuk teknisnya ke Kejaksaan Agung (Kejagung)," beber Asep.

Asep memastikan hari ini akan mengirimkan surat permohonan petunjuk teknis untuk melakukan eksekusi kebiri. 

"Paling lambat besok pagi sudah dikirim ke Kejagung untuk meminta petunjuk itu," beber mantan Kajari Deli Serdang ini.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved