PWNU Jatim Tolak Kebiri Kimia Ditanggapi Kejati Jatim: 'Itu Hukuman Atas Perbuatan Terpidana'

Penyataan penolakan PWNU Jatim soal kebiri kimia ditanggapi Kejati. Pihaknya menyebut itu adalah hukuman atas perbuatan terpidana.

PWNU Jatim Tolak Kebiri Kimia Ditanggapi Kejati Jatim: 'Itu Hukuman Atas Perbuatan Terpidana'
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Kepala Kejati Jatim, Sunarta menanggapi soal vonis kebiri kimia yang menimpa Muh Aris, predator 9 anak di Mojokerto, Jumat (30/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim menyatakan menolak hukuman kebiri kimia setelah memutuskan hasil Bahtsul Masail Kamis, (29/8/2019) kemarin.

Merujuk hal tersebut Kepala Kejati Jatim, Sunarta memberikan tanggapannya. 

Sunarta menilai hukuman yang dijatuhkan terhadap terpidana Muhammad Aris itu bukanlah sebuah pilihan namun adalah sebuah hukuman.

Vonis Kebiri Kimia Predator 9 Anak Mojokerto, Kejati Jatim: Eksekusi Setelah Hukuman Pokok Selesai

"Terpidana kan juga bilang tuh dia memilih mati, saya juga melihatnya di televisi. Namun, ini kan bukan pilihan, ini hukuman," tandas Sunarta saat ditemui di Gedung Kejati Jatim, Jumat, (30/8/2019). 

Dia mencontohkan, layaknya tahanan yang ditahan, memang sifatnya merampas kemerdekaan orang.

Akan tetapi diperbolehkan lantaran undang-undangnya memperbolehkan seseorang ditahan. 

"Itu hukuman atas perbuatannya," tegasnya. 

Bahtsul Masail PWNU Jatim Tak Setuju Kebiri Kimia: Lebih Baik Dihukum Mati

Sebelumnya, PWNU Jatim menegaskan melarang hukuman kebiri kimia bagi predator anak.

Ketua Lembaga Bahtsul Masail PWNU Jatim, KH Ahmad Asyhar Shofwan mengatakan, ta'zir (hukuman) harus tidak berdampak negatif dalam jangka panjang. 

"Karena seseorang yang dihukum kebiri akan terhalangi untuk berketurunan," terangnya saat menggelar Bahtsul Masail di kantor PWNU Jatim, Kamis, (29/8/2019) kemarin.  

Supaya ta'zir ini  memberikan efek jera, lanjut KH Ahmad, lebih baik dihukum seberat-beratnya. 

"Lebih baik dihukum mati. Karena pelaku tidak akan mengulangi lagi, wong sudah mati," tegasnya.

Jaksa Bakal Eksekusi Predator 9 Anak Mojokerto di Masa Akhir Tahanan, Dikebiri 4 Kali Dalam 2 Tahun

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved