Harga Belum Membaik, Cabai Rawit Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar di Kota Malang

Harga Belum Membaik, Cabai Rawit Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar di Kota Malang.

Harga Belum Membaik, Cabai Rawit Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar di Kota Malang
TRIBUNJATIM.COM/AMINATUS SOFYA
Kepala BPS Kota Malang, Sunaryo ketika rilis inflasi bulan Agustus 2019 

Harga Belum Membaik, Cabai Rawit Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar di Kota Malang

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Harga cabai rawit yang tak kunjung stabil masih menjadi penyumbang inflasi di Kota Malang.

Bulan Agustus 2019, kota berjuluk Bhumi Arema ini mengalami inflasi sebesar 0,19 persen dan lebih tinggi dari inflasi Jawa Timur yang hanya 0,12 persen.

Selain cabai rawit, kelompok penyumbang inflasi terbesar adalah naiknya kebutuhan sekolah.

Ada 45 Bangunan di Kota Malang Direkomendasi Jadi Cagar Budaya 2019, Termasuk Rumah Dinas Wali Kota

Gunakan Truk, Tiga Sekawan dari Malang Embat Belasan Kayu Sengon di Hutan Perhutani di Siang Bolong

BREAKING NEWS: Korsleting Listrik Aquarium, Ruko Sawojajar Malang Ludes Terbakar, si Pemilik Pingsan

Seperti diketahui, tahun ajaran 2019/2020 baru saja dimulai sehingga membuat pengeluaran masyarakat bertambah.

“Tarif pendidikan yang menyebabkan inflasi itu tarif untuk SD maupun SMP, sedangkan untuk SMA tidak mengalami inflasi justru deflasi dan ini yang memberikan sumbangan besar terhadap inflasi di bulan Agustus ini” ujar Kepala BPS Kota Malang Sunaryo, Senin (2/9/2019).

Penyebab lain inflasi di Kota Malang adalah kenaikan emas perhiasan, daging ayam ras, semen, cabai merah serta sayur mayur.

BPS merilis inflasi di Kota Malang ketiga paling besar diantara delapan kota/kabupaten IHK di Jawa Timur. Inflasi paling tinggi terjadi di Jember yakni 0,33 persen dan Probolinggo 0,27 persen. 

Sunaryo mengimbau masyarakat agar turut berpartisipasi terhadap sensus penduduk digital yang mulai dilaksanakan tahun 2020. Sensus penduduk digital itu nantinya berbasis online.

“Kota Malang ini adalah kota tujuan pendidikan sehingga harapannya partisipasi sensus penduduk online ini lebih tinggi dari daerah lain,” ujar Sunaryo.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved