Kemarau Panjang, 17 Kecamatan di Bojonegoro Terdampak Kekeringan dan Kekurangan Air Bersih

Musim kemarau panjang masih berlangsung hingga kini, termasuk di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur berdampak pada puluhan desa

Kemarau Panjang, 17 Kecamatan di Bojonegoro Terdampak Kekeringan dan Kekurangan Air Bersih
M Sudarsono/Surya
Warga mengambil air bersih untuk kebutuhan sehari hari atas bantuan pemerintah setempat 

 TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Musim kemarau panjang masih berlangsung hingga kini, termasuk di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur berdampak pada puluhan desa di belasan kecamatan kekurangan air bersih.

Data yang dihimpun dari Badan Penganggulan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro menyebutkan, ada 37 desa di 17 kecamatan yang terdampak kekeringan.

Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro, Umar Ghoni mengatakan, kekeringan terjadi di Desa Pejok, Kec Kepohbaru. Desa Ngeper, Kecamatan Padangan. Desa Kedungsari, Bakulan, Pandantoyo, Kecamatan Temayang. Desa Bareng, Siwalan, Panunggalan, Jatitengah dan Panemon, Kecamatan Sugihwaras.

Lalu ada Desa Gamongan, Malingmati, Mulyorejo, Kecamatan Tambakrejo. Desa Sugihwaras, Luwihaji dan Nganti, Kecamatan Ngraho. Desa Sukowati dan Sambiroto, Kecamatan Kapas.

Kemudian ada Desa Pelem, Donan, Kecamatan Purwosari. Desa Tlogohaji, Sumberherjo, Kayu Lemah dan Teleng, Kecamatan Sumberejo. Desa Kasiman dan Sambeng, Kecamatan Kasiman. Desa Sumberjokidul, Kecamatan Sukosewu.

Berikutnya Desa Kolong, Ngasem, Butoh, Bareng dan Jampet, Kecamatan Ngasem. Desa Ketileng, Kecamatan Malo. Desa Sengon Kecamatan Ngambon. Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. Desa Ngorogunung, Kecamatan Bubulan, dan Desa Jamberejo, Kecamatan Kedungadem.

Pimpin Latihan Persebaya, Begini Fokus Materi Latihan Yang Diberikan Wolfgang Pikal

Temui Petani Garam dari Madura, Wagub Emil Jamin Penyerapan Garam Terus Kontinyu dan Harga Naik

Kondisi Cut Meyriska di Rumah Sakit Panen Doa, Fairuz Takut, Istri Roger Danuarta Disambangi Ustaz

"Ada 37 desa di 17 kecamatan yang terdampak kekeringan pada musim kemarau ini," ujarnya kepada wartawan, Kamis (5/9/2019).

Ditambahkannya, dengan adanya kemarau panjang tersebut, maka pihaknya terus mengintensifkan pengiriman atau dropping air bersih ke sejumlah wilayah terdampak.

Data terakhir BPBD sudah mengirim 340 rit tangki air bersih, dan sampai sekarang juga masih dilaksanakan dropping air.

"Ya kita dropping air karena masih berlangsung kemarau, kita upayakan semaksimal mungkin untuk memberikan air bersih ke masyarakat terdampak kekeringan," tungkasnya kepada Tribunjatim.com
.(nok/Tribunjatim.com)

Penulis: M Sudarsono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved