Pengendara di Bawa Umur Dominasi Pelanggar Lalin Selama Operasi Patuh Semeru di Trenggalek

Pengendara motor di bawah umur mendominasi pelanggar lalu lintas selama Operasi Patuh Semeru 2019 di Kabupaten Trenggalek.

Pengendara di Bawa Umur Dominasi Pelanggar Lalin Selama Operasi Patuh Semeru di Trenggalek
Surya/Moch Sugiyono
Ilustrasi operasi patuh 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Pengendara motor di bawah umur mendominasi pelanggar lalu lintas selama Operasi Patuh Semeru 2019 di Kabupaten Trenggalek.

Data yang terhimpun mulai 29 Agustus sampai 9 September 2019 menunjukkan, penindakan kepada pengendara motor di bawah umur mencapai 472 kali.

Jumlah ini naik drastis dari operasi serupa tahun lalu yang hanya 328 kali pelanggaran.

Selain itu, pengendara roda empat di bawah umur yang ditilang juga meningkat dari 1 orang tahun lalu menjadi 9 orang tahun ini.
Jika ditilik dari usia, sebanyak 167 orang usia di bawah 16 tahun melanggar lalu lintas. Dari sisi profesi, pelajar pelanggar lalu lintas juga mendominasi. Totalnya 485 orang. Lebih banyak dibanding profesi-profesi lain.

Kasat Lantas Polres Trenggalek AKP Suprihanto menjalaskan, pelanggaran pengendara di bawah umur menjadi satu dari tiga target khusus selama Operasi Patuh Semeru.

Belasan Tahun Mengamen, Noviana Wisudawan Terbaik Unair IPK 3.94 Akui Banyak Belajar di Jalanan

Kisah Pasangan Mendadak Kaya Setelah Beli Mainan Bekas Seharga Rp 30 Ribu, Temukan 6 Cincin Berlian

Polisi Sudah 2 Kali Kirim Surat Pemanggilan Tapi Veronica Koman Mangkir, Beri Tenggat Pekan Depan

Selain pelanggaran jenis itu, ada dua sasaran utama lain: pengendara yang tak memakai helm dan melawan arus.

“Data tersebut yang kami rekap hari ini. Yang besok belum,” kata AKP Suprihanto kepada Tribunjatim.com, Selasa (10/9/2019).

Apabila ditotal untuk semua kasus, pelanggaran lalu lintas selama 11 hari itu mencapai 1.083 kali. Sebanyak 956 dari jumlah itu ditilang, sementara sisanya hanya mendapat teguran.

“Menurun apabila dibanding tahun lalu. Tapi tingkat pelanggarannya masih tinggi,” ungkap dia.

Melihat data itu, Satlantas Polres Trenggalek tengah gencar menyambangi sekolah-sekolah untuk edukasi berlalu lintas. Hal ini, kata dia, penting untuk menekan angka kecelakaan akibat pelanggaran.

“Untuk menekan masalah ini, perlu kerja sama semua pihak. Selain itu [sekolah], juga orang tua,” pungkasnya kepada Tribunjatim.com. (aflahul abidin/Tribunjatim.com)

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved