Dana Bantuan GSM untuk Warga Malang yang Dituding Curi Listrik Ditolak PLN, Tak Ada Nomor Registrasi

Unit Layanan Pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (ULP PLN) Dinoyo, Kota Malang menolak dana yang dikumpulkan oleh Gerakan Solidaritas Masyarakat.

Dana Bantuan GSM untuk Warga Malang yang Dituding Curi Listrik Ditolak PLN, Tak Ada Nomor Registrasi
TRIBUNJATIM.COM/AMINATUS SOFYA
Penyerahan dana bantuan untuk Taruna dari GSM yang ditolak PLN. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Unit Layanan Pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (ULP PLN) Dinoyo, Kota Malang menolak dana yang dikumpulkan oleh Gerakan Solidaritas Masyarakat (GSM).

Pada Selasa (10/9/2019), GSM mendatangi ULP PLN Dinoyo untuk menyerahkan koin yang dimaksudkan membantu Taruna membayar denda.

Manajer ULP PLN Dinoyo, Wahyu Wijatmiko mengatakan, alasan PLN menolak dana dari GSM lantaran pembayaran dana dilakukan secara langsung oleh pelanggan menggunakan nomor register.

Banyuwangi Kolaborasi Bersama PLN Luncurkan Kuliner Pintar, Fasilitasi PKL dengan Kompor Listrik

"Semua pembayaran itu menggunakan nomor register melalui PPOB. Jadi kami tidak bisa terima," kata Wahyu, Rabu (11/9/2019).

Ia menyarankan agar GSM membayarkan dana hasil penggalangan menggunakan nomor register.

Hasil penggalangan dana untuk Taruna berhasil terkumpul sejumlah Rp 1,5 juta.

Sedangkan denda yang dijatuhkan Taruna adalah sebesar Rp 7,1 juta.

Lowongan Kerja PLN 2019 untuk Lulusan D3-S1, Dibuka Sampai 20 September, Berikut Posisi yang Dicari!

"Kalau tidak bisa langsung, ya dicicil. Kalau sudah diselesaikan, kita sambung, jadi masing-masing kan punya hak dan kewajiban," ucapnya.

Koordinator GSM Hilmy Mubarok menyayangkan sikap PLN yang menolak dana hasil sumbangan untuk Taruna.

Halaman
12
Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved