Kronologi Terbakarnya Dapur Rumah Nenek di Nganjuk, Berawal dari Suara Ledakan dan Rugi 25 Juta

Dapur rumah nenek Suratun (70) seorang petani di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk habis terbakar, Rabu (11/9/2019) siang.

Kronologi Terbakarnya Dapur Rumah Nenek di Nganjuk, Berawal dari Suara Ledakan dan Rugi 25 Juta
SURYA.CO.ID/ACHMAD AMRU MUIZ
Dapur Rumah nenek Suratun di Nganjuk terbakar habis diduga akibat konsleting listrik, Rabu (11/9/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Dapur rumah nenek Suratun (70) seorang petani di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk habis terbakar, Rabu (11/9/2019) siang.

Tidak ada korban dalam peristiwa kebakaran dapur rumah milik nenek Suratun, namun kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp 25 juta.

Kasubag Humas Polres Nganjuk, AKP M Sudarman menjelaskan, kejadian kebakaran rumah nenek suratun diketahui pertama kali oleh Nuraini.

Dimana saat itu Nuraini yang bertandang ke rumah nenek Suratun mendengar suara letusan dari dapur bagian atas.

"Saat itu juga, Nuraini membangunkan nenek Suratun yang sedang tidur dan segera keluar dari dalam rumah," kata Sudarman mendampingi Kapolres Nganjuk, AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta.

Pemkab Nganjuk Gelar Bimtek Pengembangan Pendidikan Inklusif Sebagai Upaya Bentuk SDM Unggul

Bupati Novi Tanggapi Susunan Baru Pengurus PSSI Nganjuk, Berharap Angkat Kembali Prestasi Sepak Bola

Ketika sudah di luar rumah, menurut Sudarman, Nuraini melihat dapur nenek Suratun atapnya terbakar dengan mengepulkan asap hitam pekat.

Saat itu juga, Nuraini berteriak minta tolong yang didengar warga sekitar yang langsung berdatangan. Wargapun bersama-sama melakukan pemadaman api yang membakar dapur nenek Suratun.

Disamping itu, ungkap Sudarman, mobil pemadam kebakaran Pemkab Nganjuk juga datang untuk ikut melakukan pemadaman. Dan api dalam waktu cepat bisa dipadamkan sehingga tidak merembet ke bangunan lain terutama rumah nenek suratun yang berhimpitan.

"Dugaan sementara, kebakaran dapur nenek Suratun disebabkan oleh konsleting listrik," tandas Sudarman.

Pihaknya berharap, tambah Sudarman, warga masyarakat waspada dan hati-hati terhadap terjadinya kebakaran di musim kemarau dan tiuapan angin kencang seperti sekarang ini. Terutama warga untuk tidak bermain api sembangan dan senantiasa memeriksa kondisi jaringan listrik di rumahnya masing-masing.

"Bila dijumpai ada jaringan listrik yang rawan segera lakukan perbaikan, dan bila membakar sampah atau lainya untuk dianisipasi terjadinya rembetan api," tutur Sudarman.

Sementara nenek Suratun yang dapurnya terbakar habis terlihat shock dan pasrah.

"Kami terima musibah ini," ucap nenek Suratun singkat.

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved