Polda Jatim Imbau Masyarakat Tidak Termakan Hoaks Pemutihan SIM: Tidak Ada Istilah Pemutihan Itu

AKBP Muhammad Aldian mengimbau agar masyarakat tidak termakan informasi hoaks soal pemutihan SIM.

Polda Jatim Imbau Masyarakat Tidak Termakan Hoaks Pemutihan SIM: Tidak Ada Istilah Pemutihan Itu
SURYAMALANG.COM/BENNI INDO
Wakil Direktur Lalu Lintas (Wadir Lantas) Polisi Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) AKBP Muhammad Aldian mengimbau agar masyarakat tidak termakan informasi hoaks soal pemutihan SIM. 

TRIBUNJATIM.COM, BATU – Wakil Direktur Lalu Lintas (Wadir Lantas) Polisi Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) AKBP Muhammad Aldian mengimbau agar masyarakat tidak termakan informasi hoaks soal pemutihan SIM.

Kata Aldian, tidak ada istilah pemutihan SIM, yang ada adalah perpanjangan atau pembuatan SIM baru.

“Informasi pemutihan SIM saya tegaskan itu hoaks. Yang betul adalah memang nanti 22 September di Korlantas ada Kartu SIM baru yang di dalamnya ada microchip,” ujar Aldian, Rabu (11/9/2019).

Dilanjutkan Aldian, foto SIM berwarna putih mayoritas dan merah pada informasi hoaks itu benar. Hanya saja informasi yang disampaikan keliru.

Kartu SIM yang nantinya akan dimunculkan pada 22 September 2019 bisa digunakan untuk transaksi pembelian.

Dana Bantuan GSM untuk Warga Malang yang Dituding Curi Listrik Ditolak PLN, Tak Ada Nomor Registrasi

Selain itu, juga terdapat rekam jejak pemilik SIM. Misalnya, identitas pemilik, berapa kali melanggar, berapa kali kena tilang, termasuk apakah jadi DPO. Kartu SIM itu nantinya juga bisa diisi uang elektronik.

Pemilik menggunakan kata kunci ketika melakukan transaksi. Sehingga ketika SIM hilang, orang yang menemukan SIM tidak bisa serta merta menggunakan uang elektroniknya.

“Data semua pengemudi masuk ke dalam. Ada alatnya nanti. Selain itu juga bisa menjadi alat transaksi eletronik,” terang Aldian.

Pemilik Kartu SIM yang baru nanti diprioritaskan kepada mereka yang membuat kartu baru, setelah itu yang melakukan perpanjangan SIM. Bentuk dan ukuran SIM tidak berubah, hanya speknya saja ditingkatkan.

Untuk mendapatkan SIM baru yang ada microchipnya, prosedur yang dilalui juga sama. Pemohon harus melalui tes terlebih dahulu.

Disperindag Kota Malang Gelar Operasi Pasar Elpiji 3 Kg untuk Sikapi Harga yang Melambung Tinggi

Di sisi lain Aldian juga mengatakan kalau bahan baku pembuatan SIM di wilayah hukum Polda Jatim sudah tiba. Ia juga meminta maaf kepada masyarakat yang beberapa waktu lalu belum bisa dilayani dengan baik karena bahan pembuatan SIM stoknya habis.

“Kemarin ada keterlambatan materil. Sekarang drooping materil sudah lancar. Mohon maaf kepada masyarakat yang kemarin belum bisa memiliki SIM, namun sebatas kertas yang distempel keterangan kalau ia telah membuat SIM,” ujarnya.

Sekadar informasi, beredar keterangan melalui sosial media yang mengatakan bahwa pemutihan SIM yang sudah mati dan pembuatan SIM baru tak perlu mengulang tes lagi dan berlaku di seluruh Polda pada tanggal 25 Agustus 2019. 

Penulis: Benni Indo
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved