Kisah Inspiratif

Kisah Maria Lidwina #3 Wisudawan Tertua Unusa - Ngampus 16 Km/Hari, Juga Susah Tangkap Pelajaran

Enam puluh sembilan menjadi usia spesial untuk Maria Lidwina Endang Suwarni, dia sukses meraih ijazah sarjananya di Unusa Surabaya di usia itu.

Kisah Maria Lidwina #3 Wisudawan Tertua Unusa - Ngampus 16 Km/Hari, Juga Susah Tangkap Pelajaran
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Maria Lidwina Endang Suwarni (69) yang menjadi wisudawati Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan jadi wisudawati tertua di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Enam puluh sembilan menjadi usia spesial untuk Maria Lidwina Endang Suwarni, dia sukses meraih ijazah sarjananya di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya di usia ini.

Maria Lidwina pun dinobatkan sebagai wisudawati tertua unusa. Dia tercatat lulus programstudi pendidikan anak usia dini (PAUD) di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya.

Selama berkuliah, dirinya yang tak mahir berkendara menjadi satu kendala.

Bagaimana tidak, dia harus berangkat dan pulang dari rumahnya di kawasan Manukan Kulon hingga kampus Unusa di Jemursari yang jaraknya sekitar 16 km.

(Kisah Noviana #7, Wisudawan Terbaik Unair, Pernah Diberhentikan Sekolah Disanjung Risma: Luar Biasa)

Setiap hari, Maria Lidwina berangkat ke kampus bersama anak Sulungnya yang juga berangkat kerja.

Jika anaknya berhalangan, maka tidak ada cara lain selain naik-turun angkutan kota minimal dua kali menuju kampus Unusa.

"Kendalanya banyak, saya tidak bisa naik motor jadi di antar anak saya pagi-pagi yang langsung kerja. Pulang juga naik angkutan dua kali," kata Maria Lidwina seusai prosesi wisuda di Dyandra Convention Center, Rabu (10/9/2019).

Selain itu, Maria Lidwina mengungkap sempat terkendala untuk mempelajari pelajaran-pelajaran kampus.

Ia harus berusaha belajar dan mengingat kembali materi yang diajarkan para dosen.

"Tidak mudah menangkap pelajaran karena saya mengulang pelajaran tidak sekali nerima, andai ada UTS dan UAS saya butuh berulang kali karena untuk mengingat sudah tidak mudah lagi," kata Maria.

(Wisudawati Tertua Unusa, Maria Lidwina - Semangat Kuliah di Usia Tua Demi Masa Depan Murid-muridnya)

Saat ini, rasa syukur diungkapkan wanita kelahiran 14 maret 1950 setelah dirinya diwisuda sebab anaknya juga dipindah kerja di luar kota.

"Saya tidak membayangkan seandainya saya belum selesai kuliah, maka naik turun angkutan akan lebih sering lagi," kata ibu dari tiga anak dan lima cucu.

(Cerita Lailatul Qomariyah, Putri Tukang Becak yang Sabet Gelar Doktor ITS di Usia 27 Tahun)

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved