Polairud Polda Jatim Bongkar Penyelundupan 146 Satwa Dilindungi di Tanjung Perak, 4 Pelaku Dibekuk

Polairud Polda Jatim berhasil menggagalkan penyelundupan satwa liar dari Papua sebanyak 146 satwa di Pelabuhan Kalimas Tanjung Perak.

Polairud Polda Jatim Bongkar Penyelundupan 146 Satwa Dilindungi di Tanjung Perak, 4 Pelaku Dibekuk
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Penyelundupan ratusan satwa dilindungi dari Papua berhasil digagalkan Kepolisian Air dan Udara (Polairud) Polda Jatim, Kamis (19/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Penyelundupan ratusan satwa dilindungi dari Papua berhasil digagalkan Kepolisian Air dan Udara (Polairud) Polda Jatim, Kamis (19/9/2019).

Tak cuma mengamankan sekitar 146 satwa, yang terdiri atas lima jenis unggas yang tergolong sebagai hewan yang dilindungi, Polariud Polda Jatim juga meringkus empat orang pelaku atas kejahatan tersebut.

Wakil Direktur Polairud Polda Jatim, AKBP Kobul Syarin Ritonga menuturkan, pihaknya mengendus praktik penyelundupan satwa dilindungi itu dari penuturan masyarakat.

Polda Jatim Periksa 3 Saksi Lagi untuk Lengkapi Berkas Perkara Veronica Koman, Tersangka Kasus Papua

Dari laporan itu, di Pelabuhan Kalimas Tanjung Perak kerap terjadi proses pengiriman dan bongkar muat barang yang berisi satwa liar.

Tak ingin kecolongan setelah mendapat informasi tersebut, Polairud Polda Jatim terus bergerak dan berhasil mengamankan barang bukti dan para tersangka.

"Ini kita temukan satwanya di Pelabuhan Kalimas Tanjung Perak pada 19 September, tadi pagi pukul 02.00 WIB," katanya pada jurnalis di Makopolarud Polda Jatim, Kamis (19/9/2019).

Permintaan Maaf Istri Imam Nahrawi Pasca Suami Ditetapkan Tersangka KPK, Sebut Kesombongan, Ucap Doa

AKBP Kobul Syarin Ritonga mengungkap, modusnya satwa asli Papua itu dibeli oleh para pelaku, kemudian satwa tersebut dibawa dengan menggunakan kapal motot (KM) Senja Persada untuk dijual di Surabaya.

"Selain itu kami juga amankan 27 ekor jagal Papua, 92 cucak Papua, 22 ekor kasturi, 2 ekor koak, dan 3 buah tanduk rusa," ungkapnya.

Perlaku bakal dijerat pasal 21 ayat (2) huruf a, d Juncto pasal 40 ayat 2 Undang Undang (UU) nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya hayati dan ekosistemnya.

"Kalau mereka terbukti, ancamannya 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta," pungkasnya.

KAI Daop 8 Surabaya Gandeng 60 Influencer Kenalkan KAI Access, Pesan Tiket Tak Perlu ke Loket

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved