Tiga Desa Potensi Kekeringan di Trenggalek Dapat Bantuan Sumur Bor, Akan Muncul Sumber Air Baru

Tiga desa berpotensi kekeringan di Kabupaten Trengaglek menerima bantuan sumur bor dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Tiga Desa Potensi Kekeringan di Trenggalek Dapat Bantuan Sumur Bor, Akan Muncul Sumber Air Baru
SURYA.CO.ID/AFLAHUL ABIDIN
Sumber mata air baru dari sumur bor bantuan Badan Geologi Kementerian ESDM di Desa Jati, Kecamatan Karangan, Trenggalek, September 2019. 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Tiga desa berpotensi kekeringan di Kabupaten Trengaglek menerima bantuan sumur bor dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Tiga desa itu, yakni Desa Jati Kecamatan Karangan, Desa Sumberejo Kecamatan Durenan, dan Desa Wonokerto Kecamatan Suruh.

Hingga saat ini, proses pengeboran sudah rampung di Desa Jati. Sumur hasil pengeboran di sana menghasilkan debit air sekitar 1,5 liter per detik. Sumber juga keluar 24 jam nonstop.

"Kalau di desa kekurangan air, debit itu sudah lebih dari lumayan. Lebih dari setengah liter per detik sudah dianggap lumayan," kata Koordinator Lapangan Proyek Sumur Bor itu, Kunto Sapto, Kamis (19/9/2019).

Pelabuhan Nusantara Prigi Trenggalek Masih Proses Pembebasan Lahan, Ditarget 2020 Bisa Beroperasi

Munculnya sumber air baru itu membantu warga karena di musim kemarau debit air di sumur-sumur yang ada di rumah menurun.

Kunto menambahkan, penentuan titik lokasi pengeboran ditentukan oleh survei menggunakan alat geolistrik.

"Geolistrik untuk mendeteksi ada tidaknya sumber air. Kalau ada, kami bor. Kalau tidak ada, ya tidak kami bor," kata Kunto, Kamis (19/9/2019).

Daerah-daerah yang dipilih sebagai titik pengeboran, kata dia, adalah yang berpotensi kekeringan dan terdeteksi memiliki sumber mata air.

Pemkab Trenggalek Antisipasi IMS dan HIV pada Pekerja Hiburan di Kawasan Prigi

Pengeboran sumber air di Desa Jati mencapai kedalaman hingga sekitar 125 meter. Proses pengeboran membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Cukup lama karena sumber mata air berada di bawah lapisan bebatuan.

Saat ini, pihaknya masih akan membangun tandon untuk menampung air sebelum didistribusikan ke rumah-rumah warga.

Nantinya, pengeboran di dua desa lain juga akan disediakan fasilitas yang sama.

Kasi Sistem Penyediaan Air Minum Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Trenggalek Budiono menambahkan, sumber mata air baru itu akan banyak membantu warga.

Terlebih lokasi sumur bor di dareah yang potensi kekeringan.

"Bakal bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar yang mengalami kekeringan," ungkap Budiono.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved