Bebas, Napiter Asal Trenggalek Umbar Senyum, Rencana Buka Warung di Trenggalek

Satu narapidana kasus terorisme (Napiter) yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Lamongan akhirnya bisa menghirup udara bebas, Jumat

Bebas, Napiter Asal Trenggalek Umbar Senyum, Rencana Buka Warung di Trenggalek
surya/Hanif Manshuri
Galih Aji Satria baju biru mengenakan blangkon mengumbar senyum ketika bebas keluar pintu gerbang Lapas di jalan Soemargo, Jumat (20/9/2019) 

TRIBUNJATIM.CO, LAMONGAN - Satu narapidana kasus terorisme (Napiter) yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Lamongan akhirnya bisa menghirup udara bebas, Jumat (20/9/2019).

Napiter asal Trenggalek ini langsung pulang ke rumahnya setelah bebas murni. Galih Aji Satria bisa menghirup udara bebas langsung dipulangkan ke rumahnya di Trenggalek.

Galih sendiri ditahan karena terlibat dalam perakit Bom Pok JI, MMI dan Tim Hisbah. Galih memiliki banyak nama samaran diantaranya, Galih alias Goli alias Bambang Ari Wibowo alias, Hari Rahayu alias Mbah Marijan alias Andi Salman alias Hasby Raihan Bin Sumardi.

Mantan napiter ini nampak tidak bisa menahan rasa bahagianya usai dinyatakan bebas. Begitu keluar dari pintu gerbang Lapas kelas II B Lamongan, tanpa alas apapun, Galih langsung sujud syukur.

Sembari bersujud, jidadnya ditempelkan dalam - dalam di atas permukan lantai pelataran Lapas. Pada wartawan, Galih mengaku akan langsung pulang ke rumah menemui anak dan istrinya.

"Keluar dari sini, saya langsung pulang ke rumah dan akan membuka usaha warung." kata Galih kepada Tribunjatim.com.

Uap Vape Bikin Pemuda Ini Bergantung pada Tabung Oksigen, Ini 4 Bahaya Uap Vape

DAFTAR Pengakuan Imam Nahrawi Pasca Jadi Tersangka: Pamit dari Kemenpora hingga Bantah Tudingan KPK

BREAKING NEWS, Mayat Bayi dan Ibunya Ditemukan di Lahan Kosong di Pepe Legi waru Sidoarjo

Ia mengaku sangat senang dengan kebebasannya dan bersyukur karena bisa kembali bebas menikmati udara bebas.
Tanpa canggung, Galih juga mengaku, setelah bebas ia akan siap kembali ke pangkuan NKRI.

"Berharap teman-teman selalu menyadari dan cinta kepada tanah air Indonesia dan memberi sumbangsih pada bangsa agar mempunyai nilai di mata dunia," ujarnya kepada Tribunjatim.com.

Sementara itu, Kepala Lapas Lamongan, Ignatius Gunadi bebasnya Galih ini sudah mendapatkan Justice Collaborator surat anti de-radikalisasi dari Densus 88 kemudian bebas usai di tahan.

Gunadi menambahkan, saat ini di Lapas Lamongan masih terdapat satu warga binaan kasus terorisme, yakni Supyanto, pindahan dari Lapas Kelas I Porong ke Lapas Lamongan mulai 31 Agustus 2017.

"Galih sudah mendapatkan Justice Collaborator surat dari Densus 88 kemudian bebas usai di tahan," katanya.

Sebelum ditahan karena kasus terorisme, Galih sempat berprofesi sebagai pengawas proyek perbaikan jalan di jalur Selatan Jatim.
Kepulangannya ke kampung halamannya Trenggalek, Galih juga diantar oleh anggota Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) yang selama ini kerap mendampingi para mantan napiter dan mengajak mereka untuk kembali ke pangkuan NKRI.

Galih yang mengenakan blangkon dan baju kemeja biru tak banyak komentar saat menginjakkan kakinya depan pintu gerbang Lapas.

Napiter ini banyak mengumbar senyum pada setiap orang yang mengerumuninya di pintu keluar, termasuk pada wartawan.(Hanif Manshuri/Tribunjatim.com).

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved