Ada 60 Hektar Luas Hutan di Gunung Semeru yang Terdampak Kebakaran, Berpotensi Meluas

Ada 60 Hektar Luas Hutan di Gunung Semeru yang Terdampak Kebakaran, Berpotensi Meluas.

Ada 60 Hektar Luas Hutan di Gunung Semeru yang Terdampak Kebakaran, Berpotensi Meluas
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
petugas pemadam kebakaran saat menjinakkan api di Gunung Semeru 

Ada 60 Hektar Luas Hutan di Gunung Semeru yang Terdampak Kebakaran, Berpotensi Meluas

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Personel gabungan terus melakukan upaya pemadaman api di hutan Gunung Semeru.

Luas kebakaran hutan, berpotensi meluas sebab masih ditemukan titik api di kawasan Ayek-ayek dan Ungup-ungup.

Plt Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger dan Semeru (TNBTS) Achmad Arifin menerangkan sudah 60 hektar di Semeru yang terdampak kebakaran. Hutan ini berada di pos Kalimati, Ranu Kumbolo dan Ranupani.

Mahasiswa ITN Malang Bikin Aplikasi Pengenalan Senjata Tradisional Indonesia

BREAKING NEWS - Kebakaran Hutan Gunung Semeru Meluas Sampai 60 Hektar, Kini Mencapai Ranu Pani

Luas Kebakaran Hutan di Gunung Semeru Bertambah Jadi 30 Hektar, Sumber Air Hanya di Ranu Kumbolo

“Hingga saat ini sudah 60 hektar dan berpotensi meluas,” ujar Arifini, Kamis (26/9/2019).

Ia menambahkan api mudah menyebar lantaran angin di lokasi cukup kencang serta medan berbukit dan terjal. Selain itu, vegetasi yang mengering membuat api mudah membesar.

“Api membakar rumput, serasah, cemara dan kayu yang kondisinya kering. Itu membuatnya api mudah menyebar,” katanya.

Pos Kalimati yang menjadi titik awal kebakaran saat ini berhasil dipadamkan. Blok lain yakni Kelik, Arcopodo serta Oro-oro Ombo juga tidak lagi ditemui titik api.

Arifin menyebut ada 62 personel diterjunkan untuk memadamkan si jago merah. Sejauh ini kata dia, proses pemadaman dilakukan dengan mendekati titik api yang bisa dijangkau menggunakan jet shooter dan gepyok atau ranting pohon.

Agar kebakaran tidak meluas, petugas memasang sekat pada medan datar, sedangkan pada medan tebing terjal dan sulit dijangkau dilakukan pemantauan arah angin. 

“Namun kami tetap memegang teguh prinsip safety first saat proses pemadaman,” ujarnya.

Arifin juga menjamin jalur pendakian Mahameru steril. Seluruh pendaki telah dievakuasi setelah BB TNBTS memutuskan menutup jalur pendakian.

“Kondisi pos pendakian di Ranupani saat ini sudah tidak ada aktifitas pendakian (steril),” tutupnya.

Kebakaran di Gunung Semeru terjadi sejak 17 September 2019. Kebakaran awalnya terjadi di blok Kalimati, Arcopodo dan Kelik. Api kemudian menyebar ke resor Ranu Kumbolo sehingga BB TNBTS memutuskan menutup jalur pendakian.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved