Warga Surabaya Kesal Tak Kunjung Dapat e-KTP, Dispendukcapil Beri Suket dengan Virtual Certificate

Sejumlah warga Surabaya mengeluh bahkan kesal tak kunjung dapat e-KTP. Dispendukcapil pun beri solusi suket dengan virtual certificate

Penulis: Delya Octovie | Editor: Arie Noer Rachmawati
Warta Kota/Henry Lopulalan
ILUSTRASI e-KTP - Sejumlah warga Surabaya mengeluh hingga kesal tak kunjung dapat e-KTP. Dispendukcapil pun beri solusi memberikan surat keterangan dengan virtual certificate. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketika bertemu langsung dengan Agus Imam Sonhaji, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, Jauw Maria (52) menceritakan keluh kesahnya akibat tak kunjung mendapatkan e-KTP.

Ia bertanya soal kapan kira-kira blangko e-KTP datang, dan Agus hanya bisa menjawab dengan senyum, tak yakin kapan kondisi akan normal kembali.

"Blangkonya dari Pusat, jumlahnya tidak sebanding dengan permintaan. Penduduk Surabaya banyak, 3,2 jutaan, tidak sebanding dengan jumlah yang dikirim. Biasanya dikirim 10.000, sekarang 1.000, 500," kata Agus saat ditemui di kantor Dispendukcapil, Gedung Siola, Sabtu (28/9).

Stok Blangko e-KTP Menipis, Pemkot Surabaya Buatkan KTP Virtual Certificate

Maria mengungkapkan, ada bank yang kerap mempertanyakan kapan ia bisa mendapat e-KTP.

Padahal, Surat Keterangan (suket) saja sebenarnya sudah cukup membuktikan identitas dirinya.

Untuk mengurus hal lain juga bisa, tetapi menurutnya, masih banyak instansi yang ngeyel ingin ditunjukkan e-KTP.

"Saya ditanyain bank untuk urusan kantor. Bukannya mereka tidak mau menerima, tetapi saya ditanya harus tahu kapan selesainya. Padahal, resmi kan sudah," keluhnya.

Upaya Pemkot Surabaya Atasi Menipisnya Blanko e-KTP, Terbitkan 72 Ribu Virtual Certificate

Karena masih mengantongi suket saja dan belum mendapat Virtual Certificate, Maria terpaksa membawa ke mana-mana, termasuk di bandara.

Biasanya, ia scan sendiri suket itu dan file-nya ada di gawainya.

"Tetapi bandara nggak mau. Sedang saya traffic tiap minggu. Meski saya sudah platinum member, tetap diminta yang A4. Kan repot," ujarnya.

Gencarkan di medsos

Mendengar hal ini, Agus menyebut akan mengundang pihak Angkasa Pura (AP) supaya warga Surabaya diperbolehkan menunjukkan tanda identitas cukup lewat gawai saja, yakni berupa Virtual Certificate.

"Iya, saya belum bicara dengan Angkasa Pura. Kalau imigrasi sudah. Kami rencana akan mengundang Angkasa Pura, supaya bisa diterima," ucapnya.

Smart Centre Trenggalek Mulai Dibangun, Layanan Surat SKTM hingga e-KTP Bisa Rampung di Kantor Desa

Saat ini, Agus mengakui, belum banyak masyarakat Surabaya yang mengetahui fungsi Virtual Certificate.

Meski begitu, sudah ada warga yang memanfaatkan Virtual Certificate saat mengurus berbagai kebutuhan, dan semuanya berjalan dengan lancar.

"Kami bakal gencarkan lewat media sosial, kalau bisa juga menggandeng influencer," imbuh Agus.

Seperti diketahui, saat ini Dispenduk Capil Surabaya telah menerbitkan sekitar 72.000 lembar Suket e-KTP yang dilengkapi QR Code atau Virtual Certificate. (Surya/Delya Oktovie)

16 Ribu Warga Magetan Belum Terlayani e-KTP, Dispendukcapil Sementara Beri Surat Keterangan 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved