Hari Kesaktian Pancasila, Kisah Pendudukan PKI di Madiun, Kaji Mbing: Madiun Bukan Kampungya PKI
Ratusan pelajar dan pegawai Pemerintah Kabupaten Madiun mengikuti upacara bendera memperingati hari Kesaktian Pancasila di Monumen Kresek
Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Anugrah Fitra Nurani
Menurutnya, Madiun hanya dijadikan tempat aksi kekejaman PKI.
"Di Madiun tidak pernah ada embrio PKI. Di Madiun hanya menjadi pusat aksi para PKI," jelasnya.
Kaji Mbing menambahkan, rencananya akan dibangun monumen Lubang Yudo yang menjadi tempat eksekusi tawanan PKI. Lokasinya sekitar 800 km dari Monumen Kresek.
(1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila, Ini Bedanya dengan Hari Lahir Pancasila, Ada Kaitan G30S/PKI)
"Tempatnya sekitar 800 km dari sini. Insyaallah nanti akan kita bangun monumen Lubang Yudo, sekarang sudah dalam perencanaan dan akan segera dibangun," imbuhnya.
Upacara peringatan Kesaktian Pancasila diikuti sekitar 500 peserta terdiri dari muspida, muspika, pelajar, pesilat serta keluarga korban PKI.
Hadir pula Forkopimda Kabupaten Madiun diantaranya Kapolres AKBP Ruruh Wicaksono, Dandim 0803 Letnan Kolonel Czi Nur Alam Sucipto, Kajari Sugeng Sumarsono, dan Ketua DPRD Kabupaten Madiun Feri Sudarsono .
Seusai upacara Bupati Madiun mengajak para peserta upacara melihat patung dan relief yang menggambarkan kekejaman PKI pada waktu itu.
Reporter: Surya/Rahadian Bagus
(Tokoh Masyarakat Pertanyakan Monumen Pancasila Magetan Ditutup Kain Hitam, Kayak Lambang Duka)