Bupati Mas Ipin Ingin Perempuan di Trenggalek Punya Peran Besar dalam Pertumbuhan Ekonomi

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bertekad mengangkat isu pemberdayaan perempuan dan persamaan gender

Bupati Mas Ipin Ingin Perempuan di Trenggalek Punya Peran Besar dalam Pertumbuhan Ekonomi
SURYA.CO.ID/AFLAHUL ABIDIN
Bupati Trenggalek Mas Ipin saat memimpin rapat yang membahas masalah pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender. Rapat itu digelar setelah ia pulang dari AS. 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bertekad mengangkat isu pemberdayaan perempuan dan persamaan gender di kabupaten yang ia pimpin.

Tekad itu terkuatkan setelah ia pulang dari Amerika Serikat untuk mengikuti program Womens Global Developmet and Prosperity (WGDP).

Pria yang akrab disapa Mas Ipin itu juga telah mengumpulkan para staf dan pejabat Pemkab Trenggalek untuk membahas hal tersebut setibanya di Trenggalek, Senin (1/10/2019).

“Kami konsolidasikan dengan stake holder. Yang jelas, tiga bulan lagi kami harus menyampaikan laporan evaluasi kepada Pemerintah AS, dalam hal ini bekerja sama dengan para pendonor, seperti USAID (United States Agency for International Development) dan lainnya,” kata Mas Ipin, Selasa (2/10/2019).

KPU Kabupaten Trenggalek Dapat Anggaran Dana NPHD Rp 32,8 Miliar, KPU: Tak Seperti Ekspektasi

Langkah awal realisasi program itu, yakni dengan menjadikan Kabupaten Trenggalek sebagai basis piloting program pemberdayaan perempuan mulai tahun ini.

Mas Ipin yakin, pemberdayaan perempuan akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Ekonomi kita sekarang ini di draf hanya 50 persen populasi. Artinya, hanya laki-laki yang dalam tanda kutip dominan mewarnai ekonomi kita,” ujar dia.

Perlibatan perempuan dalam pertumbuhan ekonomi, menurutnya, akan membantu pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP) secara pesat.

Kerusuhan di Wamena: 116 Warga Trenggalek Jadi Migran di Wamena, 1 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

“Menurut survei, perempuan itu kalau dapat penghasilan, diinvestasikan untuk keluarga. Kembalinya p-asti banyak untuk anak dan keluarga. Harapannya nanti kalau perlu perempuan punya penghasiolan sendiri dan bagus ekonominya,” ujarnya.

Ia meyakini, perempuan yang mandiri secara ekonomi bisa meningkatkan ketercukupan gizi, pendidikan, dan pemenuhan kebutuhan lain bagi sang anak. Jadi nantinya tidak ada lagi kasus stunting dan putus sekolah,” tambah Mas Ipin.

Pembedayaan perempuan tak hanya masalah ekonomi. Menurut Bupati termuda yang saat ini menjabat itu, masalah sosial juga akan teratasi dengan pemberdayaan perempuan.

“Kami ingin membuat women impowerment fun. Jadi ada dana khusus untuk perempuan,” pungkasnya.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved