Cemburu, Siswi MAN Magetan Keroyok Siswi SMK

ejumlah siswi, seperti dialami IMS siswi SMKN 1 Kartoharjo, Magetan pelipisanya terpaksa dijahit karena luka sobek akibat dikeroyok siswi MAN 2 Mageta

Surya/ Doni Prasetyo
IMS siswi SMKN Kartoharjo, Magetan, korban penganiayaan kawanan cewek, seusai melakukan visum et repertum di Puskesmas Karangrejo, Magetan, Senin (7/10). 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Diera Milenial ini, tindak kekerasan dan pengeroyokan tidak hanya dilakukan siswa laki laki, tapi juga sejumlah siswi, seperti dialami IMS siswi SMKN 1 Kartoharjo, Magetan pelipisanya terpaksa dijahit karena luka sobek akibat dikeroyok siswi MAN 2 Magetan, Sabtu (5/10).

Menurut IMS, korban pengeroyokan yang dilakukan siswi MAN 2 Magetan bermula dari unggahan fotonya bersama pacarnya, yang ternyata merupakan cowok idaman pelaku.

"Awalnya kan saya update status di WA, HP milik pacar saya. Begitu status naik, pelaku WA ke nomor HP pacaran saya yang saya bawa. Isinya mengolok olok, tapi tidak saya tanggapi, dan hanya saya jawab ya, tidak," kata ISM, siswi klas 10 SMKN Kartoharjo, Magetan kepada Surya, di UGD Puskesmas Karangrejo Senin (7/10).

Namun, lanjut IMS, jawaban singkat itu tidak saja membuat hati pelaku hilang emosinya, tapi malah meledak ledak dan mengajak temuan.

"Jawab ya, tidak, kepada pelaku di WA itu diartikan lain, saya dianggap mengejek dan tahu tahu saya di cegat di Desa Sambirembe, Kecamatan Karangrejo, Magetan," jelas IMS.

Dikatakan, selain di lempar dengan HP mengenai pelepis kirinya, hingga harus dijahit, korban sebelumnya ditarik hijabnya dari belakang sehingga membuat korban geblak, yang kemudian diinjak bagian atas payudaranya dan dipukul bibir atasnya menggunakan HP.

Pelayanan RSUD Buruk, Family Ketua Komisi II Meninggal Akibat Telat Penanganan

Angkut 10 Sak Gabah Curian, Xenia Yang Ditumpangi 3 Pemuda Alami Kecelakaan, Dua Kabur

Video - Pemakaman Bu Nyai Lilik Suyati Istri Gus Miek di Makam Auliya Ploso Kediri

"Pastinya tidak tahu, berapa orang yang mengeroyok saya, tapi yang terasa ada yang menarik dari Pelembang, kemudian menginjak injak dada atas dekat bahu kiri saya. Lemparan HP mengenai pelipis, dan membuat berdarah darah itu, saya hilang kesadaran,"katanya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 1 Kartoharjo, Magetan Arif Mukayat membenarkan kasus penganiayaan yang menimpa siswinya itu, namun pangkal permasalahanya dia hanya paham sekilas.

"Benar tadi anaknya sudah masuk sekolah, karena anak tersebut dipanggil Polisi untuk dimintai keterangan, saya sabagai Wakasek Bidang Kesiswaan ke Polsek untuk mendampinginnya,"kata Arif.

Dikatakan Arif, luka akibat penganiayaan yang dialami siswinya tidak begitu parah, hanya pelipisnya ada lubang sekitar satu setengah centimeter. Lainnya hanya bibir atas dan rasa sakit di bagian bahu dan dada sebelah kiri.

"Kasus ini memang awalnya simpang siur. Ada yg ngomong siswi sini dikeroyok anak punk, tapi ada juga yang ngomong, perkelahian antar gank siswi. Tapi setelah saya tahu, itu hal biasa,"pungkas Arif. (tyo/Tribunjatim.com)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved