Dosen Unair Sebut Pembajakan Buku Bisa Matikan Dunia Literasi: Harus Ditindak Secara Pidana

Dosen Unair Sebut Pembajakan Buku Bisa Matikan Dunia Literasi: Harus Ditindak Secara Pidana

Dosen Unair Sebut Pembajakan Buku Bisa Matikan Dunia Literasi: Harus Ditindak Secara Pidana
Instagram/ @listiyonosantoso
Dosen Unair Sebut Pembajakan Buku Bisa Matikan Dunia Literasi: Harus Ditindak Secara Pidana 

TRIBUNJATIM.COM - Dunia literasi Indonesia rupanya juga tak bisa lepas dari kasus pembajakan.

Sejumlah buku populer dari para penulis ternama juga tak luput dibajak.

Hal itu kemudian membuat sejumlah pegiat buku merasa geram.

Misalnya di Yogyakarta, para penerbit sepakat melaporkan kasus pembajakan buku ke polisi beberapa waktu lalu.

Terkait kasus pembajakan buku, dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair) Listiyono Santoso mengatakan, pembajakan buku merupakan satu di antara masalah dalam dunia literasi Indonesia.

Seminarkan Antisipasi Bencana, Rektor Unair: Kalau Tidak Dikelola Kerugian Sangat Besar

Persoalan pertama adalah masih rendahnya tingkat literasi masyarakat Indonesia.

"Literasi kita sangat rendah. Orang eropa sudah dari buku analog ke digital. Kita belum. Buku teks saja gak dibaca apalagi e book," ucap Listiyono kepada TribunJatim.com, Senin (7/10/2019).

Persoalan lainnya adalah terkait masih sedikitnya jumlah penerbit di Indonesia.

Bahkan, Listiyono menganggap jumlah penerbit di Indonesia masih tidak sebanding, jika dibandingkan dengan jumlah penduduknya.

"Terus ada tragis, pembajakan buku. Tragis buat penulisnya. Sudah nulis tapi masih dibajak," jelas Listiyono.

Menristekdikti Ancam Sanski Mahasiswa yang Demonstrasi, Ketua BEM Unair: Melanggar Undang-undang

Halaman
12
Penulis: Januar AS
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved