Info Cuaca

Masyarakat Sidoarjo Keluhkan Cuaca Panas yang Melebihi Tahun Kemarin, Ini Tanggapan dari BMKG Juanda

Seorang warga di Desa Tambak Sawah, Kecamatan Waru, Khumaidi mengatakan kalau suhu panas di Sidoarjo lebih panas daripada biasanya.

Masyarakat Sidoarjo Keluhkan Cuaca Panas yang Melebihi Tahun Kemarin, Ini Tanggapan dari BMKG Juanda
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Seorang petugas dari BMKG Juanda saat memantau kondisi cuaca yang sedang terjadi, Jumat (11/10/2019) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Sejumlah masyarakat keluhkan cuaca yang cukup panas di wilayah Sidoarjo.

Seorang warga di Desa Tambak Sawah, Kecamatan Waru, Khumaidi mengatakan kalau suhu panas di Sidoarjo lebih panas daripada biasanya.

"Kalau menurut saya, lebih panas tahun ini daripada tahun tahun kemarin. Kipas angin sudah saya nyalakan hingga maksimal tetap saja masih terasa panas," keluhnya kepada TribunJatim.com, Jumat (11/10/2019).

Hal senada juga diungkapkan oleh Indra Mahmudi yang kesehariannya bekerja sebagai ojek online.

"Panasnya menyengat sekali. Apalagi sekitar jam 11.30, panasnya bikin pusing kepala," tambahnya.

Kejar-Kejaran Maling Kotak Amal Sidoarjo, Pelaku Kendarai Brio, Tabrak Portal dan Mogok di Jalan

Ia mengaku dirinya memilih istirahat dahulu daripada meneruskan pekerjaannya.

"Istirahat dulu sebentar mulai pukul 11.30 hingga 12.30. Di atas jam tersebut, panasnya sudah terasa tak seberapa," jelasnya.

Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda pun langsung berkomentar terhadap keluhan masyarakat itu.

"Bulan Oktober masih masuk musim kemarau dan di bulan ini merupakan puncaknya. Sehingga panasnya cukup terasa menyengat," terangnya.

Dirinya menjelaskan berdasarkan data yang diperoleh, awal musim penghujan di Jawa Timur baru terjadi di bulan November. Dimana untuk wilayah Surabaya sendiri diprediksi baru memasuki musim penghujan di November minggu pertama.

Pengemudi Brio di Sidoarjo Dihajar Warga, Sempat Lompat dari Jembatan Setinggi 10 m

Namun dirinya membantah bila di tahun ini terjadi kenaikan suhu panas yang cukup signifikan.

"Tidak ada peningkatan suhu dan semuanya normal. Berdasarkan data perbandingan yang diperoleh 30 tahun yang lalu hingga saat ini, suhu di wilayah Surabaya dan sekitarnya tetap sama yaitu hanya berkisar antara 35 - 36 derajat celcius," ungkapnya.

Pihaknya pun juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu melindungi diri dari sengatan panas yang cukup menyengat.

"Perbanyak air minum agar tidak dehidrasi dan berteduh dahulu bila terasa cukup panas. Biasanya cuaca panas itu terjadi antara pukul 11.00 hingga 15.00," pungkasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved