Cerita Ika dan Irma Survivor Kanker Payudara, Deteksi Dini Kanker Disebut Penting Selamatkan Karir

Dua anggota Reach to Recovery Surabaya (RSS), Ika Damajanti dan Irmaya Haryuni berbagi pengalamannya belasan tahun menjadi survivor kanker payudara.

Penulis: Hefty Suud | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM/HEFTY SUUD
Sharing session breast cancer awareness bersama anggota Reach to Recovery Surabaya (RSS), Ika Damajanti (kanan) dan Irmaya Haryuni (kiri) di Emdee Skin Clinic Pakuwon Mall, Rabu (16/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dua anggota Reach to Recovery Surabaya (RSS), Ika Damajanti dan Irmaya Haryuni berbagi mengenai pengalamannya belasan tahun menjadi breast cancer survivor.

Keduanya mengaku merasa terlambat saat pertama kali mengetahui didiagnosis kanker payudara.

"Karena saat sakit, baru kita periksa. Padahal setelah mengalami menstruasi, perempuan itu harusnya sudah mulai mencoba mengenal dirinya, termasuk mendeteksi apakah ada kanker di payudaranya," ujar Irma di Emdee Skin Clinic Pakuwon Mall Surabaya, Rabu (16/10/2019).

Kisah Irmaya Haryuni, Derita Kanker Payudara Malah Antarkan Jadi Pengusaha Sukses Madame Schotel

Irma mengatakan, deteksi dini pada kanker mungkin dapat menyelamatkan seseorang dari karirnya.

Sebab jika masih sangat dini, penanganannya dapat lebih efektif.

"Dulu saat didiagnosis kanker, saya lalu dikeluarkan dari pekerjaan. Ya mungkin karena anggapan orang, saat kita terkena kanker itu bisanya cuma tergeletak kali ya," papar Irma.

Manfaat Prostesis Payudara Bagi Penyintas Kanker Payudara Pasca Operasi, Bisa Perbaiki Postur Tubuh

Ika pun juga mengaku sempat sulit mendapat pekerjaan, sebab kanker payudara yang dimilikinya.

Mengetahui kanker payudara sejak dini, kata Ika, paling tidak dapat membuat seseorang lebih siap menata hidup ke depannya.

"Setidaknya dengan tahu apa yang ada di dalam tubuh kita, kita jadi punya persiapan. Bagaimana menata mental, menata mindset. Karena menjadi survivor itu kuncinya cuma sabar," tutur Ika.

Kata dia, seumpama mungkin dalam perusahaan kemampuan para survivor dipandang sebelah mata. Survivor masih punya kekuatan untuk membuat hidup menjadi lebih berarti.

Minum Rebusan Tanaman Bajakah dari Hutan Kalteng, Penderita Kanker Payudara Sembuh Total

"Prosesnya memang tidak mudah, tapi menurut saya akan lebih baik kalau kita tau adanya kanker dalam tubuh kita, bahkan sejak kanker itu belum bereaksi apa-apa," ujar Ika.

Untuk itu, tambah Irma, gerakan periksa payudara sendiri (SADARI) memang harus benar-benar dilakukan rutin.

Minimal satu bulan sekali, yaitu tujuh sampai 10 hari dihitung mulai dari hari pertama menstruasi.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved