Frekuensi Hubungan Pengaruhi Program Hamil, Dokter di Surabaya Beri Tips Meningkatkan Peluang
Hubungan suami istri yang bertujuan untuk memperoleh kehamilan tidak hanya bergantung pada keberuntungan
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Peluang kehamilan dipengaruhi oleh masa subur wanita, daya tahan sperma, dan frekuensi hubungan suami istri.
- Sperma dapat bertahan hingga 72 jam di dalam rahim; waktu ideal berhubungan adalah 3–4 hari sebelum masa subur.
- Faktor penghambat kehamilan meliputi stres hingga gangguan kepercayaan diri.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Hubungan suami istri yang bertujuan untuk memperoleh kehamilan tidak hanya bergantung pada keberuntungan, tapi juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor penting.
Salah satu hal utama yang perlu d perhatikan adalah daya tahan sperma.
Sperma diketahui dapat bertahan hidup hingga 72 jam atau sekitar tiga hari di dalam rahim.
“Jadi hubungan suami istri yang bisa menghasilkan kehamilan tentu ada syaratnya, salah satunya frekuensi,” ungkap Dokter RSIA Jemursari Surabaya dr. Jimmy Yanuar Annas, Sp.OG., dalam podcast Tribun Jatim Network, Rabu (1/4/2026).
Sementara itu, lanjut Dokter Jimmy, masa subur wanita hanya terjadi dalam waktu yang sangat singkat, yakni sekitar satu hari dalam satu siklus menstruasi.
Pada wanita dengan siklus haid 30 hari, masa subur umumnya terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi berikutnya.
Oleh karena itu, waktu paling ideal untuk melakukan hubungan suami istri adalah tiga hingga empat hari sebelum masa subur tersebut.
“Peluang kehamilan paling tinggi terjadi jika hubungan dilakukan sebelum masa subur. Jika dilakukan setelah masa subur, peluangnya cenderung menurun karena sel telur sudah tidak tersedia atau sperma tidak bertemu sel telur,” jelasnya.
Namun, karena tidak semua pasangan dapat mengetahui secara pasti kapan masa subur terjadi, beberapa metode sering digunakan, seperti aplikasi penghitung siklus atau alat tes urine.
Baca juga: Luna Maya Berencana Jalani Program Hamil Tahun 2026, Ingin Anak Kembar, Umur Udah 42 Nih
Cara yang lebih sederhana adalah dengan melakukan hubungan secara rutin setiap tiga hari sekali sejak selesai menstruasi hingga mendekati jadwal haid berikutnya.
“Tiga hari sekali hingga perkiraan haid akan datang atau minimal melewati masa subur,” ucap.
dr. Jimmy Yanuar juga mengungkapkan, terdapat sejumlah kendala yang dapat memengaruhi keberhasilan program kehamilan.
Faktor seperti kurang percaya diri, gangguan saat berhubungan, hingga ejakulasi dini dapat menghambat proses pembuahan.
Ejakulasi yang tidak terjadi di dalam vagina, misalnya, dapat menurunkan peluang kehamilan.
| Nyeri Haid Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius, Dokter Ungkap Penyebab Umum Perempuan Sulit Hamil |
|
|---|
| Gaya Amanda Manopo Pamer Kehamilan Anak Pertama Setelah 1 Bulan Menikah, Perut Kenny yang Membesar |
|
|---|
| Alyssa Daguise Istri Al Ghazali Hamil Anak Pertama, Maia Estianty Girang Tak Sabar Mau Jadi Oma |
|
|---|
| Gagal Nikah karena Dinyatakan Hamil oleh Puskesmas, Wanita Gugat Pemkab Rp 1 Miliar Lebih |
|
|---|
| Catatan Dinkes Kota Batu Jumlah Kehamilan pada Remaja dan Anak di Bawah Umur Capai Ratusan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Dokter-di-Surabaya-Beri-Tips-Meningkatkan-Peluang-Kehamilan.jpg)