Edarkan Sabu 4 KG, Dua Wanita ini Dihukum 18 dan 15 Tahun Penjara di PN Kabupaten Madiun

etua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun, Teguh Harissa memvonis dua terdakwa kasus kepemilikan sabu-sabu seberat 4 kilogram

Edarkan Sabu 4 KG,  Dua Wanita ini Dihukum 18 dan 15 Tahun Penjara di PN Kabupaten Madiun
(Surya/Rahadian bagus)
Siti Artiya Sari (38) dan terdakwa kedua Natasya Harsono (23) menjalani sidang kasus kepemilikan sabu-sabu seberat 4 kg gi Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun. 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun, Teguh Harissa memvonis dua terdakwa kasus kepemilikan sabu-sabu seberat 4 kilogram, dengan hukuman lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum.

Terdakwa pertama, Siti Artiya Sari (38) warga Palangkaraya divonis hukuman 18 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 1,5 tahun.

Sedangkan, terdakwa kedua Natasya Harsono (23) warga Surabaya, divonis lebih ringan yakni 15 tahun penjara dengan denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun.

"Majelis hakim mempertimbangkan segala macam asepek, kita pertimbangkan sehingga sudah didengar bersama tadi, untuk terdakwa pertama 18 tahun, terdakwa kedua 15 tahun. Tetapi mengenai denda maupun subsidernya tidak berubah sama sekali seperti tuntutan dari jaksa penuntut umum," kata Teguh.

Dia menuturkan, mengenai perbedaan lama hukuman terhadap kedua terdakwa, Teguh menuturkan hal itu karena masing-masing terdakwa memiliki peran yang berbeda. Selain itu, terdakwa kedua dianggap lebih kooperatif selama persidangan, sehingga hukuman yang diterima lebih ringan.

Tim SAR Temukan Nelayan Pamekasan Hilang Tewas Mengambang di Tengah Laut, Evakuasi & Bawa ke Rumah

VIRAL Video Bocah Jatuh dari Balkon Lantai 2 Setinggi 10 Meter, Selamat Gara-gara Becak Lewat

ABG Sidoarjo Ini Jatuh Saat Nggandol Truk Pasir dari Lamongan, Tewas Seketika Luka Parah di Kepala

"Mengingat terdakwa satu perannya lebih banyak, sangat aktif dalam upaya mendistribusikan sabu-sabu ini. Dan terdakwa kedua lebih jujur, sehingga pidananya kami bedakan, tapi subsidernya sama dengan JPU," katanya.

Teguh menuturkan, baik terdakwa pertama dan terdakwa kedua tidak dijatuhi vonis hukuman mati, lantaran ada beberapa hal yang dianggap dapat meringankan terdakwa.

Ia kembali mengatakan, bahwa dalam menjatuhkan vonis, hakim sudah mempertimbangkan berbagai unsur.

"Saya tidak mengomentari putusan hakim lain. Salah satunya yang membuat hakim menjatuhkan vonis hukuman mati karena kilonya banyak, kemudian sudah melakukan perbuatan serupa berkali-kali, itu tentunya yang menjadi pertimbangan. Kalau ini kan pengakuan mereka baru pertama melakukan. Selain itu terdakwa seorang perempuan tentunya ada pertimbangan antara terdakwa perempuan dan laki-laki," imbuhnya.

Sementara itu, pantauan di ruang persidangan, Siti Artiya Sari tampak tak kuasa menahan tangis. Begitu, palu hakim diketuk, Siti langsung menangis. Sementara itu, rekannya Natasya tampak lebih tegar, meski raut wajahnya tampak bersedih. (rbp/Tribunjatim.com)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved